Breaking News:

Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, SBY Ungkap Penyesalannya di Masa Lalu: Rasa Malu dan Bersalah Saya

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap penyesalannya soal Moeldoko. Seperti yang diketahui, Moeldoko merupakan Panglima TNI yang dilantik oleh SBY

Kompas.com dan Demokrat
KSP Moeldoko dan Susilo Bambang Yudhoyono 

Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap penyesalannya soal Moeldoko.

Seperti yang diketahui, Moeldoko merupakan Panglima TNI yang dilantik oleh Presiden SBY.

Kini Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Menanggapi hal tersebut, SBY menilai bahwa langkah yang ditempuh Moeldoko tidak berjiwa ksatria.

Momen tersebut terjadi saat SBY menyampaikan responsnya terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Jhoni Allen Marbun Cs di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Baca juga: Opsi Erling Haaland Pindah ke Real Madrid atau Menetap di Dortmund, Begini Pertimbangannya

Baca juga: Kalimat Terakhir yang Diucapkan Selebgram yang Tewas Tanpa Busana di Hotel, Asmara Jadi Sebab

Baca juga: Ramalan Zodiak Lengkap di Akhir Pekan, Sabtu 6 Maret 2021, Keuntungan Aries Hingga Waktu Pisces

Mulanya SBY menyebut Moeldoko sangat tega dan berdarah dingin lantaran mengkudeta putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari posisi Ketum Partai Demokrat.

"Banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," ujar SBY saat konferensi pers di Perumahan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

SBY juga menyebut Moeldoko tidak berjiwa kesatria lantaran berusaha merebut posisi Ketum Partai Demokrat dengan cara ilegal dan inkonstitusional.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak teruji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," kata Presiden ke-6 RI tersebut.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved