Breaking News:

Berita Sampang

Kemensos Hentikan Santunan Rp 15 Juta untuk Keluarga Korban Covid-19, Ini Penjelasan Dinsos Sampang

Kemensos menghentikan pemberian santunan untuk keluarga korban meninggal akibat Covid-19 sebesar 15 juta per keluarga. Ini penjelasan Dinsos Sampang.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ilustrasi prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Madura beberapa bulan lalu. 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kementerian Sosial (Kemensos) memutuskan menghentikan pemberian santunan untuk keluarga korban meninggal akibat virus corona atau Covid-19 sebesar 15 juta per keluarga.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, mengatakan alasan pihaknya menghentikan santunan Rp 15 juta per keluarga korban Covid-19 karena tak memiliki anggaran.

Santunan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) per tanggal 18 Juni 2020 itu dihapus sebelum dirasakan oleh keluarga korban meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura.

Padahal, sejumlah data korban dan penerima selaku ahli waris di Kabupaten Sampang sudah diajukan sebanyak 12 orang kepada pemerintah pusat.

Baca juga: Kapolres Pamekasan Silaturahmi ke Ponpes Miftahul Ulum, Imbau Patuhi Prokes 3M di Lingkungan Ponpes

Baca juga: Cara Lapor SPT Tahunan PPh Secara Online di djponline.pajak.go.id, Awas Jangan Sampai Terlambat

Baca juga: Ibunda Felicia Mention Jokowi, Sebut Kaesang Janji Nikahi Putrinya, Ngabalin: Jangan Emak Ikut-ikut

Baca juga: Rezeki Seret? Baca Ini! Doa Pembuka Rezeki Mencari Ridha Allah SWT, Lafal Arab, Latin dengan Artinya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Fadeli mengatakan, bahwa pemberitahuan pembatalan bantuan sosial terhadap korban meninggal akibat pandemi sudah diterimanya.

Hal itu melalui SE dari Kemensos RI per tanggal 18 Februari 2021 Nomor: 150/3.2/BS.01.02/02/2/2021, tentang rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat pandemi covid-19.

"Untuk alasan pembatalan bantuan ini lantaran tahun 2021 tidak ada alokasi anggaran korban meninggal pandemi covid-19," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (8/3/2021).

Fadeli mengaku terkejut setelah mendapatkan informasi pembatalan bantuan tersebut sebab akan berpengaruhnya pada nasib keluarga korban di wilayah kerjanya.

Sehingga, pihaknya seketika menghubungi pihak Kemensos untuk menanyakan kejelasannya.

"Waktu kami hubungi melalui bisa telepon dan disampaikan jika pembatalan ini karena kondisi yang tidak memungkinkan," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengirim surat pemberitahuan kepada semua ahli waris untuk menyelaraskan pemahaman, di mana pembatalan ini merupakan keputusan langsung dari pemerintah pusat.

"Tentu mereka sudah lama berharap, sehingga ada perhatian khusus dari Kementrian agar penerima tidak larut dalam harapan yang sudah dijanjikan sebelumnya," pungkasnya.

Baca juga: Sempat Dikira Makanan, Senpi & Peluru Aktif Dibungkus Kresek Ditemukan di Depan Pasar Ikan Lamongan

Baca juga: Felicia Tissue Ditinggal Kaesang Pangarep saat Dapat Restu Keluarga, Daryl: Dia Menderita Dalam Diam

Baca juga: Ungkap Kekecewaan pada Kaesang Pangarep, Kakak Felicia Tissue: Dia Memberi Harapan Tapi Menghilang

Baca juga: Berani Buka Aib Kaesang Pangarep, Ibunda Felicia Tissue Disebut Pansos, Meilia: Saya Ibu Terzalimi

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved