Breaking News:

Berita Jawa Timur

Gubernur Jatim Targetkan Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Syaikhona Kholil Rampung November

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terus mendorong usulan KH Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam seminar dan webinar nasional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional kepada KH Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Selasa (9/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim bersama DPD Partai Golkar Jatim dan Pemkab Bangkalan tengah berjuang mengusulkan KH Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional.

Digelar seminar dan webinar nasional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional kepada KH Syaikhona Kholil bin Abdul Latif di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Selasa (9/3/2021) sore.

Sebagaimana diketahui, KH Syaikhona Kholil yang berada dari kiai asal Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan itu, merupakan guru dari kiai-kiai besar.

Baca juga: Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar Nyatakan Dukung Usulan Syaikhona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

Baca juga: Kisah Polisi di Sampang Sisihkan Uang Gaji untuk Berbagi Masker Gratis ke Sopir dan Penumpang

Seperti KH Muhammad Hasan Sepuh yang merupakan pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, kemudian KH Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, serta KH Abdul Wahab Hasbullah yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang.

Beberapa murid KH Syaikhona Kholil sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, seperti KH Hasyim Asy'ari yang mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 17 November 1964 dan KH Wahab Chasbullah yang mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 6 November 2014.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan ,pengajuan gelar pahlawan nasional untuk KH Syaikhona Kholil ini sudah dilakukan pada awal bulan Februari lalu.

"Awal Februari kemarin diajukan. Kalau pahlawan nasional adalah diberikan bagi yang semasa hidupnya tidak ada cacat. Itu mengapa diberikan gelar pahlawan nasional setelah wafat," katanya mengawali.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan PPKM Mikro di Jawa Timur Diperpanjang 22 Maret 2021, Ini Pertimbangannya

Baca juga: Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Periode Maret 2021 di Sampang Mengalami Penundaan, Ini Sebabnya

Menurutnya, KH Syaikhona Kholil sudah sangat layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Sebab atas restu beliau pula dikatakan Khofifah, KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Chasbullah mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang menjadi organisasi kegamaan terbesar di dunia.

Dimana NU yang mengajarkan Islam dengan nilai-nilai wasathiyah. Dimana wasathiyah adalah Islam yang moderat, tapi bukan berarti tidak memiliki prinsip dan meninggalkan ibadah.

"Di NU jarang sekali jasa-jasa perjuangan yang kemudian diusulkan mendapat gelar. Maka dengan inisiasi ini, Golkar ingin jadi satu kesatuan untuk berjuang agar KH Syaikhona Kholil dapat gelar pahlawan nasional adalah semangat yang positif sekali," tegas Khofifah.

Targetnya, gelar pahlawan nasional itu bisa diperoleh untuk KH Syaikhona Kholil pada November tahun ini bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan.

Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh pihak yang berkepentingan untuk segera melengkapi berkas persyaratan administrasi. Karena kelengkapan data akan mempercepat proses tersebut.

"Tapi memang prosesnya berlapis. Pertama harus ada diskusi di tingkat lokal. Lalu diskusi di tingkat provinsi, dan diskusi di tingkat pusat," kata dia.

"Maka sore ini salah satu prosesnya. Kelengkapannya semoga segera tercukupi sehingga dewan gelar bisa segera merapatkan," tegas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved