Breaking News:

Berita Sumenep

Demi Pelayanan Terbaik, Bupati Sumenep Minta Bidan Desa Tak Tinggalkan Polindes

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi meminta kepada seluruh tenaga bidan agar tidak meninggalkan Pondok Bersalin Desa (Polindes) guna memberikan pelayanan

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat memberikan imbauan kepada bidan desa 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi meminta kepada seluruh tenaga bidan agar tidak meninggalkan Pondok Bersalin Desa (Polindes) guna memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat di kota keris.

Sebab keberadaan Polindes di masing-masing desa kata Achmad Fauzi, sebagai salah satu pelayanan kesehatan bagi Masyarakat dan terutama untuk ibu dan anak.

Dari itulah atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep katanya, pihaknya menekan para bidan untuk tidak meninggalkan Polindes.

Sebab jika sering tidak ada atau meninggalkan katanya, jelas berdampak pada pelayanan masyarakat.

"Jika para bidan ini tidak ada di Polindes, tentu masyarakat yang dirugikan.

Karena kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Simak Kisah Isra Miraj, Doa dan Amalan untuk Umat Muslim, Nabi Muhammad Terima Perintah Allah

Baca juga: Cekcok Suami Istri, Anak Jadi Terkena Imbas, TV yang Dibanting Suami Malah Kena Kaki Anaknya

Baca juga: Buntut Dugaan Plagiat Video Musik Lay EXO, Young Lex Murka Anaknya Dapat Hujatan: Lanjut Jalur Hukum

Maka para bidan harus berada di Polindesnya masing-masing agar setiap waktu melayani masyarakat," kata Achmad Fauzi saat memberikan sambutan dalam acara pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) yang digelar Pusat Pelatihan Klinik Primer (P2KP) Sumenep, Kamis (11/3/2021).

Mantan Wakil Bupati Sumenep ini meminta, para bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Dari itu nanti bisa terus menurunkan angka kematian bayi, meskipun angka kematiannya menurun selama 5 tahun terakhir.

Gambaran angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup  di Kabupaten Sumenep ialah tahun 2015 sebanyak 3,41 persen.

Sedangkan pada tahun 2016 sebanyak 3,18 persen, dan pada tahun 2017 sebanyak 2,21 persen.

Pada tahun 2018 sebanyak 2,09 persen dan tahun 2019 sebesar 2,03 persen.

"Angka kematian bayi ini mengindikasikan keberhasilan pembangunan dibidang peningkatan derajat kesehatan masyarakat, harus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved