Berita Nganjuk

Dua Penjual Kopi Nyambi Jualan Sabu Digeledah Polisi, Barang Bukti ada yang Dibuang di Sampah

Polisi menangkap dua penjual kopi yang diduga mengedarkan sabu di Nganjuk. Dua penjual kopi ini lalu diamankan oleh Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Editor: Aqwamit Torik
Freepik
Ilustrasi borgol - Dua penjual kopi diamankan polisi, diduga nyambi mengedarkan narkoba 

Reporter: Achmad Amru | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Polisi menangkap dua penjual kopi yang diduga mengedarkan sabu di Nganjuk.

Dua penjual kopi ini lalu diamankan oleh Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Pengedar sabu jaringan penjual kopi ini berhasil diungkap polisi dari informasi masyarakat.

Keduanya yakni AMF (25) warga Desa Kutorejo Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, dan MZJ (31) warga Desa Kayen Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara menjelaskan, dari tangan kedua tersangka penjual kopi tersebut diamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,5 gram, uang tunai diduga hasil penjualan sabu senilai Rp 1,26 juta, sejumlah kemasan pembungkus, dua handphone sebagai sarana transaksi, dan sebagainya.

Baca juga: Bermimpi Melihat Bayi dan Menggendong Bayi Bisa Menjadi Pertanda Baik. Simak 5 Artinya di Sini

Baca juga: Profil dan Biodata Nicholas Sean: Pendidikan, Tanggal Lahir hingga Dijodohkan dengan Felicia Tissue

Baca juga: Istri Minta Cerai, Suami Emosi Brutal Tembakkan Pistol Lalu Kabur Pakai Speedboat, Simak Kronologi

"Dua tersangka dan barang bukti penjualan narkotika jenis sabu tersebut diamankan di Polres Nganjuk," kata Rony Yunimantara, Kamis (11/3/2021).

Dijelaskan Rony Yunimantara, terungkapnya peredaran narkotika jenis sabu jaringan penjual kopi di wilayah Kota Kertosono Nganjuk tersebut berdasar informasi dari masyarakat yang resah oleh aktifitas tersebut.

Informasi itupun dilakukan tindaklanjut jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk dengan melakukan penyelidikan.

"Dari penyelidikan tersebut diketahui pengedar sabu yang dilakukan oleh pemilik warung kopi di tepi jalan depan pasar lama Desa Banaran Kecamatan Kertosono," ucap Rony Yunimantara.

Pemilik warung sekaligus penjual kopi berinisial AMF, menurut Rony Yunimantara, tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai tersangka pengedar setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sabu dalam plastik klip yang dibungkus tisu bertansoplas dan disembunyikan di kemasan pembungkus rokok.

Dalam pemeriksaan, ungkap Rony Yunimantara, tersangka AMF mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari tersangka MZJ yang juga sebagai pedagang kopi di Desa Kayen Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.

Tersangka MZJ diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk setelah ditemukan barang bukti sabu dalam plastik klip yang disembunyikan dalam kemasan rokok di tempat sampah depan warung kopi miliknya.

Selain itu, juga ditemukan barang bukti lain sebagai sarana transaksi serta uang tunai diduga dari hasil penjualan sabu.

"Tersangka MZJ juga langsung diamankan beserta barang bukti sabu," ucap Rony Yunimantara.

Kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan pedagang kopi di warung tersebut, tambah Rony Yunimantara, saat ini masih terus dikembangkan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dan untuk dua tersangka pengedar sabu terancam dijerat UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Kedua tersangka terancam hukuman hingga 20 tahun penjara.

Dan kami berhatap kepada warga untuk memberikan informasi kepada Polisi terdekat apabila mengetahui adanya aktifitas peredaran narkoba dilingkunganya," tutur Rony Yunimantara. (aru/Achmad Amru Muiz) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved