Breaking News:

Wawancara Tokoh

EKSKLUSIF Upaya Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah Menangani Pandemi, ada Kejadian Unik Saat Bertugas

Selaku Bupati perempuan pertama di Bojonegoro itu, Anna Mu'awanah berbagi pengalaman yang dirasakan selama mengatasi pandemi Covid-19

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/MOCHAMMAD SUDARSONO
Direktur Pemberitaan Tribunnews, Febby Mahendra Putra bersama dengan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah saat wawancara eksklusif 

Febby Mahendra: Sehat bu?
Anna Mu'awanah: Alhamdulilah sehat Mas Febby.

Febby Mahendra: Kebetulan kita mengalami musibah pandemi covid-19 sejak maret 2020 sampai sekarang, apa yang bisa ibu ceritakan?
Anna Mu'awanah: Secara umum ini wabah, menjadi pandemi secara international. Saya tidak berpikir akan masuk cepat di Bojonegoro. Begitu masuk, pada15 maret 2020 kita bersama forkopimda kita membuat langkah-langkah seperti membentuk tim gugus depan. Bojonegoro pertama kali yang membuat tim gugus pencegahan, mulai dari kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa, kami juga libatkan sampai ke basis RT. 
Evaluasi intens terhadap perkembangan covid terus dilakukan. Sejauh ini Bojonegoro belum pernah menjadi zona hitam, zona merah pada januari lalu, kemudian orange dan kini kuning. 

Febby Mahendra: Bisa dijelaskan pemicu zona merah apa bu?
Anna Mu'awanah: Masyarakat tidak patuh protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19. Misal ini, saat hari kecepit nasional istilahnya harpitnas, masyarakat berbondong-bondong liburan, setelah itu dua minggu datanya naik. Di situ kita patuh pada intruksi pemerintah pusat, pemprov, kapolri, kapolda, dan sebagainya. Kita rapat evaluasi dan kordinasi setiap minggu, hingga akhirnya sekarang Bojonegoro sudah zona kuning, ops yustisi jugs terus digencarkan dalam penegakkan 3 M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak aman. 

Febby Mahendra: Ada cerita unik serlama menangani pandemi?
Anna Mu'awanah: Saat muncul klaster cafe warung, yang nongkrong diobrak untuk ditutup atau dibuyarkan, lalu ada yang jawab corona keluarnya malam ya buk. itu unik sekali. Saya kalau ingat kadang tertawa. Di instagram saya juga banyak komentar, lalu saya jawab masalahnya kalau malam banyak orang nongkrong, kalau siang kan orang kerja. Saya pernah terharu juga, ada orang yang pingin ketemu keluarganya saat lebaran tahun lalu, maka kami isolasi shelter desa dua minggu dan mereka mau. Hati saya tersentuh, betapa perjuangan seseorang untuk bertemu keluarganya.

Febby Mahendra: Selama menangani covid-19, apa pernah mendapati warga yang tidak percaya?
Anna Mu'awanah: Ada banyak, ada yang bilang di rumah nanti mati dengan sendirinya, kalau mati ya sudah buk. Lalu saya jawab, kalau kamu tidak percaya kenapa kalau kamu ngilu, pusing dan sejenisnya ke dokter. itu tidak kelihatan barangnya tapi hanya dirasakan. Jadi semacam hidup mati urusan Tuhan, lalu saya timpali yang penitng jangan ajak yang lain. Tapi alhamdulilah sekarang masyarakat patuh, buktinya sekarang Bojonegoro sudah zona kuning berkat kerja sama semua elemen.

Febby Mahendra: Selain 3 M ada ikhtiar vaksinasi oleh pemerintah, mulai 13 januari lalu, apa ada orang yang masih tidak percaya vaksin, menolak dan sebagainyFebby Mahendra:
Anna Mu'awanah: Ada, di grup sendiri ada. Lalu ada yang bilang vaksin tidak apa-apa, kita sudah pernah sejak kecil. Kemudian saya komentar negara tidak akan mencelakakan warganya, negara sudah memberikan yang terbaik. Kami vaksin 29 januari lalu bersama Forkopimda, sampai sekarang tidak ada accident (kecelakaan, red) atau orang yang menolak divaksin. Bahkan pagi-pagi sudah ada lansia datang minta divaksin. Juga belum pernah ada keluhan setelah vaksin.
Baik Tenaga Kesehatan (Nakes), PNS, guru dan sebagainya. Kita juga akan segera membuka kelas per kelas mengurangi virtual.

Febby Mahendra: Pandemi 15 maret berulang tahun, selama ini apa yang berubah dari ibuk baik pribadi maupun selaku pejabat?
Anna Mu'awanah: Kita banyak refleks, tiba-tiba di jalan ada hand sanitiser kita langsung ambil, ada kran cuci tangan, kalau ada masker kita pakai meski sudah vaksin dua kali, kita mengurangi kerumunan, secara spontan. tahu ada kerumun mundur. Saya merasakan percaya diri setelah divaksin dan otomatis meningkatkan imum, tapi tetap prokes.

Febby Mahendra: Apa ada asupan yang berubah, jamu atau vitamin mungkin?
Anna Mu'awanah: kebetulan dari dulu mengurangi makanan yang banyak minyak, kita makan pisang singkong rebus dan sejenisnya. Vitamin konsumsi, tapi banyak minum air putih 2,5-3 liter per hari, kalau gula tidak begitu suka dari dulu.

Febby Mahendra: Dua tahun memimpin bojonegoro apa yang dirasakan dan dilakukan?
Anna Mu'awanah: Selama tiga periode di DPR-RI menjadi pengalaman dalam perencanaan yang matang dengan teman organisasi perangkat daerah (OPD). Dua tahun ini kita sudah banyak menyelesaikan infrastruktur lintas atau antar kabupaten, kita rencanakan matang, memperbaiki keindahan tata kota. Di 2021 sudah memperbaiki beberapa tempat, nanti kita lanjutkan terus. Contoh kecil saja, kita kampanye mengurangi sampah, makanya di bojonegoro ini sudah jarang terlihat sampah berserakan, kalaupun ada itu dilakukan orang iseng. Kalau sampai menimbun sudah tidak ada.

Febby Mahendra: Bagaimana cara pengelolaannya?
Anna Mu'awanah: Ada sumber daya manusia (SDM) yang membersihkan pagi sampai sore, saya cek got kerja bakti bareng warga, agustus-desember kalau tidak salah, jadi menggugah kesadaran warga. Taman rusak dan drainase juga kita perbaiki, begitupun dengan keindahan kota. Jalan protokol juga sudah mulai rapi dan akan terus kita lanjutkan. Kadang ada kendala di Pedagang Kaki Lima (PKL) mereka bilang tidak pemkab tidak mementingkan warganya, di sisi lain ada juga pengguna jalan yang menginginkan haknya dengan memanfaatkan trotoar. Aklhirnya kita relokasi sebaik mungkin dan meminta untuk tidak kembali.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved