Breaking News:

Berita Sumenep

Hidup Susah, Nenek Madura Diduga Dicurangi Oknum Agen E-Warung, Tak Sadar Dana BPNT Miliknya Dicuri

Kisah nenek 72 tahun di Kabupaten Sumenep Madura yang kehilangan bantuan dari pemerintah karena ulah nakal agen E-Warung.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Nenek Rasimi (72) warga Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jumat  (12/03/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kisah pilu dialami seorang nenek di Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, bernama Rasimi.

Bantuan ekonomi yang diberikan pemerintah kepada nenek kelahiran 1949 itu diduga dicuri seorang agen E-Warung.

Baca juga: Jalan Penghubung Dua Desa di Kelurahan Kowel Pamekasan Terputus, Tembok Penahan Tebing Ambruk

Baca juga: Istri Khawatir Suami Tak Kunjung Pulang Cari Pakan, Temukan Suaminya Jadi Mayat di Tengah Hutan

Kejadian itu bermula saat Rasimi menitipkan kartu BPNT miliknya ke seorang agen E-Warung inisial HN di desa setempat pada Juni 2020 lalu.

Menurut cucu nenek Rasimi, Nuraini, kartu itu dititpkan ke agen E-Warung karena sebelumnya pada saat kumpulan PKH dirinya dianjurkan untuk memilih antara KPM BPNT dan KPM PKH karena kebetulan nenek Rasimi dan cucunya satu KK.

"Dulu saat kompolan saya diminta untuk memilih. Mau milih PKH apa BPNT karena dalam satu KK katanya tidak boleh nerima dua program, akhirnya saya memilih PKH," tutur Nuraini kepada TribunMadura.com, Jumat  (12/03/2021).

Akhirnya, lanjut Nuraini, karena dirinya tidak tahu kartu BPNT miliki neneknya mau dikasikan ke siapa dan takut kepesertaan PKH-nya juga bermasalah, maka tanpa ragu dirinya langsung menitipkan kepada agen E-Warung HN di Desa Gadu Barat tersebut.

"Pertamanya kami (Nuraini) yang mengambil bantuan beras milik nenek saya. Karena kami disuruh milih satu, ya kami milih PKH," katanya.

Saat pihaknya bercerita ke agen E-Warung tersebut katanya, lalu agen itu mengaku  tidak apa-apa kartunya titipkan dan agen bilang mau bertanggung jawab untuk mengembalikan ke sumenep (Pemerintah Daerah).

Namun sayang, lanjut Nuraini, agen E-Warung itu bukan mengembalikan kartu BPNT milik nenek-nya melainkan dia menggesek dan mengambil bantuan milik nenek-nya.

Baca juga: Dituding Jadi Perebut Istri Orang, Warga Madura Tewas Mengenaskan di Tangan Mantan Suami Sang Istri

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved