Breaking News:

Berita Jember

Awal Masa Panen Padi, Rencana Pemerintah Impor Beras Ditolak Petani, Serapan Gabah ke Bulog Terancam

Petani di Kabupaten Jember menolak rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
tanaman padi milik petani 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton ditolak petani di Kabupaten Jember.

Jumantoro, tokoh petani asal Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember menegaskan, rencana impor beras itu membuat petani tidak nyaman.

"Dengan rencana pemerintah untuk impor beras 1 juta ton, jelas-jelas bikin petani tak nyaman," kata Jumantoro kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Kota Malang Diguyur Hujan Deras Minggu Sore, Genangan Air Terjadi di Jalan Gajayana hingga Sudimoro

Baca juga: 20 Tahun Cerai, Mantan Istri Datang Minta Pembagian Harta Gono Gini, Suami Bongkar Paksa Rumah

"Apabila sudah tidak nyaman, sama halnya petani mau dimusnahkan pelan-pelan," ujar dia.

Ia mengatakan, jika impor beras itu diterapkan, maka akan berdampak banyak kepada petani.

Dia menyebut, mulai dari pengusaha penggilingan yang tidak bisa menyerap gabah petani memakai harga baik.

Di sisi lain, imbuhnya, kemampuan serapan Bulog terhadap gabah dan beras petani juga terbatas, hanya sekitar 15 - 20 persen dari hasil panen petani.

"Sisanya masuk ke pengusaha penggilingan padi. Kalau ada beras impor, tentu harga di tingkat pengusaha juga tidak bagus," ungkap dia.

"Itu akan berdampak pada harga di tingkat petani. Harga gabah bisa terjun bebas," imbuhnya.

Oleh karena itu, Jumantoro bersama para petani di Jember menolak rencana impor beras tersebut.

"Stop impor besar, maksimalkan penyerapan hasil panen petani," tegasnya.

Dari pantauan Surya (grup TribunMadura.com ), sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember memang mulai memasuki awal masa panen padi.

Panen padi itu terjadi seperti di Kecamatan Arjasa, Pakusari, Kalisat, Ajung, juga Jenggawah.

Jika di awal masa panen ini pemerintah membuka kran impor beras, maka ketika panen raya nanti, harga gabah di tingkat petani bisa murah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved