Breaking News:

Berita Bondowoso

Produksi Cabai Rawit Berkurang, Bondowoso Terima Pasokan Cabai dari Madura untuk Stabilkan Harga

Kabupaten Bondowoso mendapat pasokan cabai dari Madura untuk menstabilkan harga cabai rawit.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Seorang pedagang cabai saat ditemui wartawan TribunMadura.com di Pasar Anom Baru Sumenep, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Beberapa hari terakhir, harga cabai rawit di Kabupaten Bondowoso menyentuh Rp 100 ribu perkilo.

Tingginya harga cabai rawit di Kabupaten Bondowoso disebabkan karena faktor cuaca.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Totok Haryanto mengatakan, produksi cabai pada musim hujan berkurang, sehingga membuat harganya meroket.

Baca juga: Cara Mengikuti Vaksinasi Drive Thru di Kota Malang, Peserta Wajib Mendaftar Lewat Aplikasi Halodoc

Ditambah lagi, kata dia, cabai yang dihasilkan dari Kabuoaten Bondowoso dikirim ke luar kota.

Dampaknya, ketersediaan cabai makin minim. Padahal, Bondowoso bukan termasuk daerah lumbung cabai.

"Tetapi yang pasti faktor cuaca sangat mempengaruhi produksi lombok. Itu hukum alam. Proses pemetikan cabai di petani jadi terganggu," katanya, Sabtu, (20/3).

Berdasar hasil monitoring Diskoperindag, per 19 Maret 2021, harga cabai rawit di kota Bondowoso berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu perkilo.

Normalnya, harga cabai rawit sekitar Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per KG.

"Sedangkan cabai merah besar berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per KG," sebutnya.

Baca juga: Sebulan Cerai, Mantan Istri Bawa Kabar Bahagia Menikah Lagi, Pria ini Gelap Mata Bunuh Mantannya

Totok menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya untuk mengontrol harga dengan memantau harga di pasar-pasar.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved