Breaking News:

Berita Sampang

Pembentukan BLUD di Dua SMK di Sampang Tak Kunjung Diverifikasi, ada Syarat yang Jadi Penghambat

Pengajuan dua lembaga SMK di Sampang, Madura untuk membentuk BLUD tidak kunjung terverifikasi oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim).

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Siswi SMK Negeri 2 Sampang saat berjalan di halaman sekolah 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Pengajuan dua lembaga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sampang, Madura untuk membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak kunjung terverifikasi oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim).

Padahal, pengajuan yang dilakukan Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Sampang sejak awal tahun 2020, artinya sudah setahun lebih berjalan.

BLUD merupakan program diintruksikan Dinas Pendidikan Jatim guna meningkatkan kompetensi siswa di lembaga SMK se Jatim.

Baca juga: Terbangun Tengah Malam? Rasulullah Menganjurkan Membaca Doa dan Dzikir Ini Saat Hendak Kembali Tidur

Baca juga: Ramalan Shio Lengkap Hari Ini Selasa 23 Maret 2021, Cek Bagaimana Nasib Peruntunganmu

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Oppo di Akhir Maret 2021, Cek Harga Sebelum Beli Oppo, ada Oppo Reno Series

Melalui melatih siswa untuk dapat melakukan proses produksi selayaknya industri dan dipasarkan sesuai satandart industri.

“Sebenarnya dari sekian lembaga SMK di Sampang yang berpotensi ada tiga, tapi yang terdaftar kemarin dua lembaga yakni SMK N 1 Sampang dan SMK N 2 Sampang,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Sampang, Assyari, Selasa (23/3/2021).

Ia menambahkan, hingga saat ini lembaga SMK yang sudah berstatus BLUD di wilayah Madura yakni hanya satu lembaga di Kabupaten Pamekasan.

Sedangkan untuk lembaga SMK di tiga daerah lainnya termasuk Kabupaten Sampang masih belum terbentuk.

Sebab, Assyari mengakui pembentukan BLUD tidak semudah yang dibayangkan, butuh waktu dan perlu adanya penguatan.

Artinya, segala persyaratan harus mendukung seperti, salah satunya produk sekolah yang dibuat harus bisa dipasarkaan.

Baca juga: Tukar Kode Redeem FF atau Free Fire Terbaru 23 Maret 2021, Jangan Lewatkan Event Menarik FF

Baca juga: Biodata Mendiang Basrief Arief, Jaksa Agung di Era SBY, Pernah Pimpin Tim Pemburu Koruptor

Baca juga: Ronald Koeman Ingin Tampung Gelandang Suram Manchester United di Barcelona, Bakal Terwujud?

“Termasuk keberlangsungan prodak, apakah prodak itu bisa bertahan meskipun beberapa tahun berjalan dan ini masih proses pendampingan dari Dinas Provinsi Jatim,” terangnya.

Lebih lanjut, Assyari menyampaikan, sejak diajukannya dua sekolah tersebut, hingga saat ini sudah mengikuti beberapa pendampingan dari Pemprov Jatim bersama dengan lembaga sekolah lainnya di Jatim yang sudah terbentuk BLUD.

“Cuma dalam pembentukan BLUD ini memang tidak mudah, kalau tidak memenuhi unsur syarat minimum malah tidak menguntungkan kepada pihak sekolah tapi akan menjadi beban terhadap pemerintah daerah.

Karena BLUD ini diharapkan dapat membackup program sekolah artinya sekolah menjadi mandiri,” pungkasnya.
 

Berita terkait Sampang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved