Breaking News:

Berita Surabaya

Perubahan Tren Taruhan Balap Liar di Surabaya, dari Balap Motor, Balap Sepeda hingga Balap Lari

Ada perubahan tren taruhan balap liar di Kota Surabaya. Mulanya balap motor hingga terbaru balap lari.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Sepeda angin yang diamankan polisi dalam penggerebekan aksi balap liar di Surabaya, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Aksi balap liar di Kota Surabaya tidak hanya merugikan warga setempat.

Pengguna jalan juga merasa dirugikan dengan adanya balap liar di sejumlah jalanan Kota Surabaya.

Balap liar sering diidentikan dengan sepeda motor.

Namun, dua tahun terakhir, ada modifikasi aksi balap liar di Kota Surabaya, yakni menggunakan sepeda angin.

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Janda Sampang, Tersangka Diduga Kabur ke Bangkalan, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: Pura-Pura Jadi Jemaah, Pria Pengangguran Curi Uang Rp 78 Ribu dari Kotak Amal Musala Pakai Sapu Lidi

DM (15), joki sepeda angin liar mengaku, sudah setahun ini aktif menjadi joki.

DM merupakan joki salah satu kelompok team AS yang tidak bisa berpindah menjadi joki di team balap sepeda angin liar lainnya.

"Saya joki team. Bukan independen. Jadi hanya bisa main buat team saja sendiri. Sudah hampir setahunan ini," ujar DM.

Sementara itu, menurut DM ada pula joki independen yang bisa direkrut oleh banyak team dengan nilai upah yang bervariasi.

Kata DN, besaran komisi yang diberikan team kepada joki bergantung pada jumlah taruhan yang dikeluarkan.

"Biasanya komisian. Tergantung nilai taruhannya. Kalau menang ya dapat besar kalau taruhannya besar," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved