Breaking News:

Penangkapan Muncikari Pamekasan

Penangkapan Muncikari Pamekasan Berawal dari Penggerebekan Pasangan Mesum di Hotel Jalan Bonorogo

Penjual kopi di Pasar 17 Agustus Pamekasan ternyata adalah muncikari penyedia jasa PSK.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari

Bermula dari penggerebekan tindakan asusila tersebut, pihaknya langsung melakukan pengembangan.

Hasil pengembangan tindakan asusila itu membuahkan suatu petunjuk bahwa si pria hidung belang melakukan transaksi jasa PSK kepada muncikari yang berjualan kopi di dalam Pasar 17 Agustus.

Muncikari S saat diinterogasi di ruang pengaduan Polres Pamekasan, Madura, Rabu (24/3/2021).
Muncikari S saat diinterogasi di ruang pengaduan Polres Pamekasan, Madura, Rabu (24/3/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Baca juga: Akhir Mengerikan PSK Mojokerto usai Layani Pelanggan, Tewas dengan Mata sampai Mulut Keluarkan Darah

Baca juga: Puluhan Massa LSM Geruduk Gedung Kejari Sampang, Tuntut Kasus Dugaan Korupsi DD Sokobanah Dilanjut

"Sebelum penangkapan muncikari itu, kami mendapati pasangan bukan suami istri di dalam sebuah hotel," ucap dia.

"Setelah kita kembangkan, si laki-laki (pembeli) dijembatani oleh seorang mucikari,” sambungnya.

Menurut dia, muncikari yang ditangkap oleh anggotanya tersebut ber-KTP warga Bondowoso.

Lebih lanjut, muncikari tersebut kesehariannya berjualan kopi di dalam Pasar 17 Agustus.

Sementara, pasangan bukan suami istri yang tertangkap basah melakukan tindak asusila itu sempat diamankan di Mapolres Pamekasan.

Tapi, statusnya hanya dijadikan sebagai saksi.

Saat ini, kedua pasangan bukan suami istri itu sudah dipulangkan, dan hanya diperiksa sebatas dimintai keterangan saja.

”Muncikari ini dikenai pasal 296 subs 506 KUHP tentang prostitusi. Ancaman hukumannya satu tahun empat bulan," kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved