Breaking News:

Berita Sampang

Berkas Perkara Kasus Pemalsuan LPJ yang Melibatkan Mantan Kades di Sampang Masuk Ke Meja Kejaksaan

Mantan Kepala Desa Banjar Talela Kabupaten Sampang terjerat kasus pemalsuan dokumen laporan pertanggungjawaban Dana Desa (DD).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Mapolres Sampang Jalan Jamaludin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (17/2/2021). - Kasus dugaan pemerasan yang menjerat oknum LSM di Sampang 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Penanganan kasus penipuan tindak pidana pemalsuan dokumen laporan pertanggungjawaban Dana Desa (DD) di Kabupaten Sampang, Madura, terus berlanjut.

Saat ini, berkas perkara kasus yang melibatkan mantan Kepala Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Ahmad Zaini tersebut, masuk tahap pertama dan berada di meja kejaksaan.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Maling Sapi Dipergoki Korbannya hingga Penangkapan Muncikari Pamekasan

Baca juga: Hendak Pasang Antena TV, Dua Warga Pamekasan Tersetrum Listrik, Kakinya Melepuh, Kondisinya Lemah

Baca juga: Cerita Pahit Suami Bu Kades, Diusir dari Rumah Karena Bongkar Skandal Perzinahan Istri: Chat Mesra

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti mengnai kasus tersebut.

Sebab, kasus yang juga menjerat bendahara Desa Banjar Talela itu terjadi sebelum dirinya menduduki jabatan Kasatreskrim Polres Sampang.

Namun, berdasarkan informasi dari anggotanya berkas sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sampang.

“Tentunya kita akan proses sesuai ketentuan,” ujarnya, Kamis (25/3/2021).

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sampang Ahmad menyampaikan, untuk berkas perkara dugaan pemalsuan dokemen pertanggungjawaban DD l memang sudah berada di kantornya.

"Berkasnya sudah ada di kami sekitar setengah bulan yang lalu," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini berkas itu masih dilakukan pemeriksaan oleh jaksa terkait kelengkapannya, baik secara materi maupun formil.

Sehingga untuk sementara ini perkembangannya masih belum bisa disampaikan, yang jelas pihaknya kan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Bila nantinya ada kekurangan maka akan dikembalikan kepada penyidik agar dilengkapi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved