Breaking News:

Demo Pegawai KFC Surabaya

BREAKING NEWS - Belasan Pegawai KFC Gelar Aksi Damai di Surabaya, Sampaikan Beberapa Tuntutan

Belasan pekerja KFC yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia KFC (SPBI KFC) menggelar aksi damai di depan Royal Plaza Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Banner demo pegawai KFC di depan Royal Plaza, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Kamis (25/3/2021) siang. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Belasan pekerja KFC yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia KFC (SPBI KFC) menggelar aksi damai di depan Royal Plaza, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Kamis (25/3/2021) siang.

Tidak hanya di depan Royal Plaza, massa juga menggelar demo di beberapa titik lainnya, mulai KFC Jalan Adityawarman, KFC Jalan Raya Darmo, dan berakhir di RSC Surabaya, Jalan Embong Kaliasin.

Demo dilakukan menyikapi kebijakan salah satu restoran makanan cepat saji di Indonesia, KFC, yang dianggap merugikan para buruh.

Baca juga: Demo di Depan Kantor Dinsos Sumenep, Aktivis Mahasiswa Tuding Dinas Sosial Main Mata Soal BPNT

Baca juga: Dalam Keadaan Sekarat, Gadis Pemandu Lagu asal Malang Dinodai Teman Pacarnya Sebelum Meregang Nyawa

Baca juga: Kepala Disnaker Jatim Sebut Tahun 2022 Berpeluang Tak Ada Penetapan UMK Pekerja di Jawa Timur

Aksi yang digelar di tengah pandemi tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19. Seperti menyediakan hand sanitizer, memakai masker, dan menerapkan physical distancing.

Koordinator Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Wilayah Surabaya, Anthony Matondang mengatakan, pihaknya sengaja mengampanyekan dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa terjadi pemotongan dan penundaan upah yang dilakukan oleh KFC kepada para karyawannya.

"Semenjak awal pandemi terjadi di Indonesia, pemotongan dan penundaan upah telah dilakukan oleh Pengusaha KFC dan dialami oleh seluruh pekerja," kata dia.

"Pemotongan dan penundaan upah sebesar 30 persen dari level crew sampai staffnya," tuturnya.

Anthony menambahkan, pemotongan upah telah dilakukan sejak bulan April 2020 lalu.

Pada awal Maret 2021, muncul kebijakan baru tentang waktu kerja yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan berlaku.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Maling Sapi Dipergoki Korbannya hingga Penangkapan Muncikari Pamekasan

"Kebijakan kebijakan tersebut tidak mengutamakan Kesejahteraan, Hak Upah Pekerja," imbuhnya

Halaman
12
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved