Breaking News:

Berita Malang

Kabupaten Malang Tak Gunakan Vaksin AstraZeneca untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Kabupaten Malang tidak mendapatkan jatah vaksin AstraZeneca untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Ilustrasi - vaksin Covid-19 yang diberikan saat vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Malang. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo memastikan, Kabupaten Malang tidak mendapatkan jatah vaksin AstraZeneca.

Kendati demikian, drg Arbani Mukti Wibowo menyatakan jika hal tersebut bukanlah sebuah masalah.

"Kami (Pemkab Malang) tidak mendapatkan vaksin AstraZeneca," kata drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi pada Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Masyarakat Diminta Cermat Pilih Produk Makanan dan Obat, Jangan Mudah Tergiur Khasiat Belum Teruji

Baca juga: Ratusan Petani di Mojokerto Mendadak Kaya, Banjir Berkah saat Harga Cabai Rawit Melambung Tinggi

Baca juga: Pengamanan Sejumlah Gereja di Sidoarjo Diperketat Pasca Ledakan Bom Gereja Katedral Makasar

"Kemarin ada beberapa daerah yang dapat, namun kami tidak," ujar dia.

Perihal alasan nihilnya jatah vaksin AstraZeneca bagi Pemkab Malang, Arbani mengaku tidak mengetahuinya.

"Kenapa alasannya mungkin bisa dijelaskan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur," beber pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Kata Arbani, Pemkab Malang masih menggunakan vaksin Covid-19 buatan lokal Biofarma.

"Sementara kami tetap memakai Sinovac produksi Biofarma," terang Arbani.

Menurut Arbani, kualitas vaksin Biofarma tak kalah dengan AstraZeneca.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved