Breaking News:

Berita Mojokerto

Ratusan Petani di Mojokerto Mendadak Kaya, Banjir Berkah saat Harga Cabai Rawit Melambung Tinggi

Ratusan petani di Kabupaten Mojokerto mendadak kaya setelah mendapat keuntungan berlipat saat harga cabai rawit melambung tinggi.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Udi (45) petani asal Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, yang kaya mendadak saat harga cabai rawit mahal, Minggu (28/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Petani cabai di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, memetik hasil manis dari mahalnya harga cabai rawit beberapa pekan terakhir.

Di sana, ratusan petani mendadak kaya setelah mendapat keuntungan berlipat hingga ratusan juta saat harga cabai rawit melambung tinggi.

Keuntungan dari hasil panen cabai rawit tersebut mereka gunakan untuk membangun atau merenovasi total rumah, membeli hewan ternak, hingga membeli perhiasan emas.

Baca juga: Pengamanan Sejumlah Gereja di Sidoarjo Diperketat Pasca Ledakan Bom Gereja Katedral Makasar

Baca juga: Lumajang Terapkan Tilang Elektronik Segera, CCTV Telah Terpasang di Simpang Tiga Jalan Sukodono

Ada juga petani cabai di satu desa yang beramai-ramai membeli kendaraan motor dan mobil di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong.

Salah satu petani yang membangun rumah dari hasil panen cabai adalah Udi (45) warga Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Udi mengatakan, sebagian keuntungan dari hasil panen cabai dia gunakan untuk membangun rumah dalam waktu satu bulan ukuran 13 meter x meter.

Sebelumnya, rumah yang dihuni bersama istri dan dua anaknya itu begitu sederhana berdinding kayu dan berlantai tanah.

Namun, rumah itu kini telah disulap menjadi bangunan kokoh permanen, berlantai keramik, lengkap dengan teras dan kanopi.

"Bangunan rumah awalnya dari dinding kayu kini dibangun dalam waktu sebulan dari penghasilan panen cabai karena harganya lagi bagus," ungkapnya ditemui di kediamannya, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Adu Banteng Sepeda Motor Vs Truk di Kediri, Pengendara Motor sal Karanganyar Tewas di Tempat

Baca juga: Cara Mengurus Uang Santunan Rp 5 Juta untuk Ahli Waris Korban Covid-19, Siapkan Dokumen Penting Ini

Udi bersama istrinya Umiyati (35) tempak sumingrah karena ketiban durian runtuh mendapat rezeki dari mahalnya harga cabai.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved