Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Masa Lalu Pria Sumenep Bersimbah Darah hingga Pelajar Tenggelam di Sungai

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan fakta baru pria Sumenep yang ditemukan tergeletak di lahan kosong.

herald.co.zw
ilustrasi - pelajar asal Sumenep tenggelam saat mandi di sungai 

"Seperti yang berprofesi sebagai guru, tenaga kesehatan, pegawai kecamatan dan juga OPD," ucapnya.

Adapun jumlah pegawai pensiun setiap bulannya, pihaknya tidak bisa memastikan.

Sebab, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah karena nantinya bisa saja ASN di wilayah kerjanya mengajukan pensiun atau meninggal dunia.

"Jadi tidak bisa ditentukan karena bisa saja bertambah," terangnya.

Lebih lanjut, bagi pegawai yang mencapai batas waktu pensiun tentunya akan mendapat dana pensiunan setiap bulannya.

Sedangkan untuk nominal dana yang diberikan sesuai dengan jabatan yang diduduki saat bekerja.

"Untuk pegawai yang usianya di bawah 50 tahun dan masa kerjanya di bawah 20 tahun jelas tidak bisa mendapatkan pensiunan karena kadang ada yang mengajukan pensiun dini dan tidak sesuai aturan," pungkasnya.

3. Pelajar asal Sumenep Tewas saat Mandi di Sungai Bareng Teman

Seorang pelajar di Kabupaten Sumenep, Madura, bernama Moh Hadiri (15) ditemukan tewas di sungai, Senin (29/3/2021).

Sebelumnya, korban bersama dua temannya berenang di Sungai Lengelengan, Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura.

"Korban itu sudah meninggal karena tenggelam pada waktu mandi di sungai bersama teman-teman," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas saat dihubungi, Selasa (30/3/2021).

Kejadian bermula saat korban pamit kepada orangtuanya.

Saat itu, ia pamit pergi ke rumah Abdus Salam, saudaranya, di Dusun Paramaan Desa Gapura Barat.

Setelah tiba di rumah saudaranya, korban pinjam pakaian untuk ziarah keesokan harinya.

Selanjutnya, korban diajak kedua temannya, Ilyas (13) dan Asril (10) untuk mandi di Sungai Lengelengan.

"Korban ini ternyata korbannya tidak bisa berenang, akibatnya tenggelam dan hilang," ungkapnya.

Namun, beberapa saat kemudian, korban tiba-tiba mengambang dan ditemukan oleh teman perusahaan.

Dari itulah, dua teman korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke saudaranya korban, yakni Abdus Salam.

Jenazah korban kemudian langsung dilakukan evakuasi dan dibawa pulang ke rumah orang tuanya.

"Dari orang tua korban ini menolak untuk dilakukan autopsi jenazah, mengingat meninggalnya karena kecelakaan itu akibat tenggelam di sungai," kata dia.

"Keluarga menyadari bahwa peristiwa itu adalah takdir dari Allah SWT," terang AKP Widiarti Sutioningtyas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved