Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Masa Lalu Pria Sumenep Bersimbah Darah hingga Pelajar Tenggelam di Sungai

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan fakta baru pria Sumenep yang ditemukan tergeletak di lahan kosong.

herald.co.zw
ilustrasi - pelajar asal Sumenep tenggelam saat mandi di sungai 

Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM - Beragam berita menarik dari wilayah Madura, meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan, terangkum dalam Berita Madura terpopuler.

TribunMadura.com merangkum tiga Berita Madura terpopuler edisi Rabu 31 Maret 2021 hari ini.

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan fakta baru pria Sumenep yang ditemukan tergeletak di lahan kosong.

Pria itu ditemukan bersimbah darah dengan luka di bagian perut hingga bagian dalamnya keluar.

Selanjutnya, ratusan Aparatur Sipil Negara ( ASN) di Kabupaten Sampang, Madura, akan menjalani purna bakti atau biasa disebut pensiun tahun ini.

Setidaknya, tahun ini ada sebanyak 215 ASN di Kabupaten Sampang yang pensiun.

Pelajar asal Sumenep ditemukan tewas saat mandi di sungai menutup Berita Madura terpopuler hari ini.

Baca juga: Pembayaran Digital Bakal Diterapkan di Pamekasan, Pemkab Mulai Siapkan Tim Perumus Realisasi Program

Baca juga: Terduga Teroris asal Blitar yang Ditangkap Densus 88 Berencana ke Luar Negeri, Selama ini Jadi TKI

Baca juga: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Kecamatan Rejoso Nganjuk, Amankan Sejumlah Barang Bukti

1. Fakta Baru Pria yang Bersimbah Darah di Sumenep

Fakta baru pria bersimbah darah di Sumenep yang tergeletak di lahan kosong, Senin (29/3/2021) sekira pukul 11.30 WIB.

Terungkap masa lalu dari pria tersebut.

Pria tersebut bernama Abdul Hadi, warga Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep Madura.

Saat itu pria berusia 35 tahun tersebut dalam keadaan tergeletak bersimbah darah oleh warga di tempat kejadian perkara Dusun Jang-Jang Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk (sebelumnya ditulis Desa Manding Daya, Kecamatan Manding).

"Ya tempat kejadiannya di Dusun Jang Jang Desa Mantajun, Kec Dasuk. Dan tempatnya memang dekat antara perbatasan Kecamatan Dasuk, Batuputih dan Manding," ungkap Kapolsek Dasuk, AKP Hudi Susilo saat dihubungi TribunMadura.com pada Selasa (30/3/2021).

Bagaimanakah sehari-hari atau masa lalunya dari pria bernama Abdul Hadi tersebut, AKP Hudi Susilo mengungkapkan jika yang bersangkutan sebelumnya pernah di penjara.

"Korban ini dulu memang pernah dipenjara terlibat kasus curanmor," kata AKP Hudi Susilo.

Abdul Hadi langsung dievakuasi ke RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep, untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut AKP Hudi Susilo, Abdul Hadi mengalami luka dibagian perut, paha kanan dan dibagian lengan tangannya.

"Kami mohon waktu untuk mengumpulkan sejumlah informasi penyebab dari korban, termasuk siapa yang melakukan kita masih dalami dan saat ini masih meminta keterangan saksi-saksi," tuturnya.

Diberitakan sebelummya, media sosial WhatsApp diramaikan dengan beredarnya sebuah video berisikan seorang lelaki tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian perut hingga bagian dalamnya keluar pada hari Senin (29/3/2021).  

Terdapat sekitar tiga postingan video dengan beragam durasi dan dari berbagai sudut pengambilan.

Dari empat video itu, mulai dari durasi 0,19 detik, 0,30 detik dan 0,27 detik.

Pada salah satu dari tiga video itu, warga menyebutnya "kalau tidak punya salah, tidak mungkin jadi seperti itu," tutur warga dengan bahasa Madura dalam video tersebut.

2. Ratusan ASN di Kabupaten Sampang Pensiun Tahun ini

Ratusan Aparatur Sipil Negara ( ASN) di Kabupaten Sampang, Madura, akan menjalani purna bakti atau biasa disebut pensiun tahun ini.

Setidaknya, tahun ini ada sebanyak 215 ASN di Kabupaten Sampang yang pensiun.

Plt Kepala BKPSDM Sampang, Arif Lukman Hidayat mengatakan, ratusan ASN yang akan pensiun tersebut tentunya berdasarkan batas waktu kerja mereka.

Kata dia, mereka sudah mencapai masah kerja sampai batas usia 58 tahun atau 60 tahun.

"Untuk kepala dinas atau guru menjalankan pensiun bisa mencapai 60 tahun, sedangkan pegawai biasa sampai usia 58 tahun," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (30/3/2021).

Ia menambahkan, pegawai yang akan pensiun tahun ini tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan.

"Seperti yang berprofesi sebagai guru, tenaga kesehatan, pegawai kecamatan dan juga OPD," ucapnya.

Adapun jumlah pegawai pensiun setiap bulannya, pihaknya tidak bisa memastikan.

Sebab, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah karena nantinya bisa saja ASN di wilayah kerjanya mengajukan pensiun atau meninggal dunia.

"Jadi tidak bisa ditentukan karena bisa saja bertambah," terangnya.

Lebih lanjut, bagi pegawai yang mencapai batas waktu pensiun tentunya akan mendapat dana pensiunan setiap bulannya.

Sedangkan untuk nominal dana yang diberikan sesuai dengan jabatan yang diduduki saat bekerja.

"Untuk pegawai yang usianya di bawah 50 tahun dan masa kerjanya di bawah 20 tahun jelas tidak bisa mendapatkan pensiunan karena kadang ada yang mengajukan pensiun dini dan tidak sesuai aturan," pungkasnya.

3. Pelajar asal Sumenep Tewas saat Mandi di Sungai Bareng Teman

Seorang pelajar di Kabupaten Sumenep, Madura, bernama Moh Hadiri (15) ditemukan tewas di sungai, Senin (29/3/2021).

Sebelumnya, korban bersama dua temannya berenang di Sungai Lengelengan, Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura.

"Korban itu sudah meninggal karena tenggelam pada waktu mandi di sungai bersama teman-teman," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas saat dihubungi, Selasa (30/3/2021).

Kejadian bermula saat korban pamit kepada orangtuanya.

Saat itu, ia pamit pergi ke rumah Abdus Salam, saudaranya, di Dusun Paramaan Desa Gapura Barat.

Setelah tiba di rumah saudaranya, korban pinjam pakaian untuk ziarah keesokan harinya.

Selanjutnya, korban diajak kedua temannya, Ilyas (13) dan Asril (10) untuk mandi di Sungai Lengelengan.

"Korban ini ternyata korbannya tidak bisa berenang, akibatnya tenggelam dan hilang," ungkapnya.

Namun, beberapa saat kemudian, korban tiba-tiba mengambang dan ditemukan oleh teman perusahaan.

Dari itulah, dua teman korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke saudaranya korban, yakni Abdus Salam.

Jenazah korban kemudian langsung dilakukan evakuasi dan dibawa pulang ke rumah orang tuanya.

"Dari orang tua korban ini menolak untuk dilakukan autopsi jenazah, mengingat meninggalnya karena kecelakaan itu akibat tenggelam di sungai," kata dia.

"Keluarga menyadari bahwa peristiwa itu adalah takdir dari Allah SWT," terang AKP Widiarti Sutioningtyas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved