Berita Lumajang

Tak Sadar Dibuntuti, Pemuda Lumajang Terpaksa Pulang Jalan Kaki ke Rumah, Motornya Kena Razia Polisi

Warga Kabupaten Lumajang terpaksa berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya setelah motornya terkena razia polisi.

TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Pemilik motor mengganti onderdil motornya sesuai standart pabrikan sebelum dibawa pulang dari Polres Lumajang, Rabu (31/3/2021). 

Ketika malam minggu itu, ia melintasi Jalan Alun-Alun tiba-tiba kaget dihadang polisi yang muncul dari balik pohon.

Tanpa basa-basi polisi itu langsung menahan motornya di Polres dan Yongki pulang dengan jalan kaki.

"Itu saya mau pulang kerja, terus saya ditangkap gara-gara knalpot dan gak ada spion," ujarnya.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Andreas Shinta menjelaskan, razia ini dalam rangka Operasi Pekat (penyakit masyarakat).

Operasi itu menyasar pelakuperjudian, prostitusi, pasangan mesum, premanisme, dan minuman keras.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Masa Lalu Pria Sumenep Bersimbah Darah hingga Pelajar Tenggelam di Sungai

"Demi menciptakan suasana yang kondusif terutama menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan jadi untuk kendaraan yang tidak standar menjadi salah satu sasaran kami," terangnya.

Shinta menambahkan, Operasi Pekat akan digelar hingga 2 April mendatang.

Setelah selesai pihaknya akan melakukan pemusnahan barang bukti hasil dari razia itu.

"Knalpot-knalpot brong yang terkumpul nanti akan dimusnahkan sebelum bulan puasa bersamaan dengan pemusnahan miras," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved