Breaking News:

Berita Kediri

Didemo Warga, Kafe di Kota Kediri Akhirnya Ditutup, Pemilik Kosongkan Tempat Usaha, Ini Perkaranya

Keberadaan Cafe Perahu di Kota Kediri diprotes warga. Pemilik diminta kosongkan tempat usahanya.

TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
Perabot meja dan kursi Cafe Perahu di Kota Kediri yang diprotes warga, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Keberadaan Cafe Perahu di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, diprotes warga, Jumat (2/4/2021).

Warga sekitar memprotes adanya Cafe Perahu karena menilai tempat itu sering menjadi ajang pesta miras.

Warga yang keberatan kemudian menggelar aksi demo menuntut ditutupnya Cafe Perahu.

Aksi demo diikuti sekitar 30 warga, dengan Korlap Aksi Arik. 

Baca juga: Densus 88 Temukan Belasan Buku Berpaham Radikalisme di Rumah Terduga Teroris AP di Bojonegoro

Baca juga: Bioskop di Surabaya Beroperasi Kembali, Penerapan Prokes Berjalan Baik, Penonton Antusias Nonton

Baca juga: Penjagaan Enam Gereja di Pamekasan Diperketat, Pastikan Keamanan Jemaat saat Lakukan Ibadah Misa

Massa menuntut Cafe Perahu yang sering menjadi ajang pesta miras sehingga meresahkan warga ditutup.

Karena diprotes warga sekitarnya, pemilik Cafe Perahu kemudian sanggup untuk mengosongan dan menutup tempat usahanya.

Cafe Perahu sudah beberapa bulan membuka usaha di Kelurahan Pojok dikelola oleh Wahyu Ningsih, warga Kelurahan Tinalan, Kota Kediri.

Setelah dilakukan dialog dengan dimediasi petugas Polsek Mojoroto, pengelola Cafe Perahu kemudian bersedia mengosongkan tempat usahanya.

Selanjutnya barang- barang perabot seperti meja dan kursi yang ada di dalam kafe dibawa keluar dengan diangkut truk.

Pengelola Cafe Perahu Wahyu Ningsih juga membuat Surat Pernyataan bermaterai, yang intinya bersedia menutup dan mengosongkan Cafe Perahu.

Malahan apabila masih menemui adanya aktivitas di Cafe Perahu, pemiliknya bersedia untuk membongkar bangunan.

Aksi demo yang berlangsung di Cafe Perahu berakhir dengan ditutupnya pintu gerbang. Sehingga warga yang memprotes membubarkan diri.

Sejumlah warga menyebutkan, sering mendapati keributan di dalam Cafe Perahu karena dijadikan ajang pesta miras pengunjungnya. 

"Cafe Perahu sering dijadikan tempat pesta miras sehingga sangat mengganggu warga sekitarnya," ungkap Arik.

Sementara dari data petugas Satpol PP Kota Kediri, Cafe Perahu pernah dilakukan penyegelan oleh petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) karena melakukan pelanggaran memperjualbelikan miras.(didik mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved