Breaking News:

Pengakuan Terduga Teroris Ahmad Junaidi, Ceritakan Awal Mula Terjerumus dalam Aktivitas Terorisme

Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri mengungkap awal pertama terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris.

TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Anggota Densus 88 Antiteror berjaga di lokasi penangkapan terduga teroris di wilayah Kabupaten Tuban, Jumat (2/4/2021). 

Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM - Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta dan Bekasi, Ahmad Junaidi mengungkap awal pertama terjerumus dalam lingkaran aktivitas terorisme.

Sebelumnya, Ahmad Junaidi diketahui terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP) di Jakarta dan Bekasi.

Dalam video yang tersebar di kalangan awak media, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu saat mengikuti jamaah pengajian Yasin Walatif.

Baca juga: Densus 88 Temukan Belasan Buku Berpaham Radikalisme di Rumah Terduga Teroris AP di Bojonegoro

Baca juga: Termasuk Pemecatan Secara Tak Hormat, Inilah Ancaman Hukuman bagi Oknum Pejabat yang Berselingkuh

Baca juga: Rem Blong, Motor Mahasiswi Tabrak Guardrail di Jalur Tengkorak Cangar-Pacet, 2 Orang Tewas di Lokasi

"Saya tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib HH Condet," kata Ahmad.

"Dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jamaah pengajian," sambung dia.

Setelah kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Yang paling disoroti, protes terhadap negara yang mulai dikuasai oleh Tiongkok.

"Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai oleh Tiongkok, masalah tenaga kerja, kekayaan alam serta kekuatan industri telah dikuasai oleh Tiongkok," ujar dia.

Ia menyatakan, pihaknya kemudian diajak melakukan pelacakan terhadap industri Tiongkok yang berada di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved