Breaking News:

Harga Pangan Sambut Ramadan 2021

Daya Beli Masyarakat Jatim Menurun di Tengah Inflasi, Pakar Ekonom: Pendapatan Perlu Dijaga

Mengawali tahun 2021, sudah tiga kali secara beruntun Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi, tepatnya periode Januari, Februari dan Maret 2021.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Pipin Tri Anjani
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
Pedagang penjual sayur mayur dan bumbu dapur di Pasar Wonokromo, Tarsih (62) saat ditemui TribunJatim.com, Senin (5/4/21) 

Reporter: Fikri Firmansyah I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Mengawali tahun 2021, sudah tiga kali secara beruntun Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi, tepatnya periode Januari, Februari dan Maret 2021.

Inflasi yang terjadi di Jawa Timur sebesar 0,32 persen di Januari, 0,22 persen di Februari dan 0,11 persen di Maret 2021 dirasa masih relatif aman menurut pakar ekonomi dari Unair, Imron Mawardi.

Bahkan, menurut Imron Mawardi besaran inflasi Jatim pada triwulan 1 2021 ini artinya menunjukan kondisi ekonomi yang membaik, meski relatif rendah.

"Kenapa rendah, karena memang daya beli masyarakat masih minim, jadi wajar saja," kata Imron kepada TribunJatim, Senin (5/4/21) di Surabaya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Harga Pangan di Jawa Timur Mengalami Kenaikan Jelang Ramadan 2021

Baca juga: Harga Komoditas Pangan Naik, Bikin Pembeli Sepi Jelang Ramadan, Banyak Penjual yang Mengeluh

Disinggung soal harga bahan pangan Jatim dipasaran berdasarkan investigasi TribunJatim.com terpantau naik, Imron menjelaskan itu yang harus menjadi PR penting bagi pemerintah, khususnya Pemprov Jatim.

"Jadi, jangan sampai, naiknya harga pangan jelang puasa yang merupakan keberlanjutan kondisi ekonomi positif data inflasi Jatim pada Januari-Maret 2021 ini menjadi bumerang bagi keuangan atau ekonomi masyarakat bawah," terangnya.

Imron menegasakan, inflasi triwulan 1 2021 ini persentasenya tergolong rendah dan sekaligus menandakan pendapatan masyarakat tidak banyak.

"Oleh karenanya, saat menjelang Ramadhan 2021 ini, seharusnya Pemerintah bisa menjaga dan harus bisa pula meningkatkan pendapatan masyarakat, yang mana agar harga pangan dipasaran yang naik tetap mampu dibeli oleh masyarakat. Sehingga efeknya, saya yakin pada triwulan II 2021 inflasi jatim sudah diangka yang besar sekaligus daya beli juga kuat," jelas Imron.

Menurut Imron, bantuan-bantuan sosial sangat berperan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Bakal Manfaatkan Dana CSR Rp 100 Juta untuk Pengembangan Wira Usaha Baru

"Jika tidak salah, bantuan sosial sekarang mulai banyak yang diberhentikan, kalo bisa dilanjut lagi saja, agar daya beli kuat saat bersamaan harga pangan naik dimomen ramadhan. Jangan sampai momen terbaik ramadhan 2021 ini disia-siakan dalam menjaga perputaran roda ekonomi, terlebih momen ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan kembali keterpurukan ekonomi pasca setahun dihantam pandemi," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, Inflasi Jatim yang terjadi sejak Januari hingga Maret 2021 sendiri satu diantarnya disebabkan karena naiknya sejumlah harga pangan, seperti cabai rawit.

Sekadar informasi pula, telah diberitakan sebelumnya oleh TribunJatim.com hari ini, Kamis (5/4/21), sejumlah harga pangan terpantau masih menunjukan kenaikan harga, meliputi cabai rawit, daging ayam, daging sapi, telur dan minyak goreng curah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved