Breaking News:

Berita Sumenep

Polres Sumenep Jaring 65 Tersangka Selama Operasi Pekat Semeru 2021, ada Preman Hingga Bahan Peledak

Operasi Pekat Semeru 2021, Polres Sumenep jaring 65 tersangka dari 50 berbagai kasus tindak pidana yang digelar sejak tanggal 22 Maret- 2 April 2021.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kapolres Pamekasan, AKBP Darman (tengah) saat memamerkan sejumlah barang bukti hasil penindakan Operasi Pekat Semeru 2021 di depan halaman Mapolres Sumenep pada Senin (5/4/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Operasi Pekat Semeru 2021, Polres Sumenep jaring 65 tersangka dari 50 berbagai kasus tindak pidana yang digelar sejak tanggal 22 Maret- 2 April 2021.

Digelarnya Operasi Pekat Semeru 2021 ini, menurut Kapolres Pamekasan, AKBP Darman dalam rangka menanggulangi maraknya kasus penyakit Masyarakat yang meresahkan warga.

AKBP Darman mengatakan, sasaran dalam OPS 2021 ini meliputi kasus premanisme, prostitusi, miras, perjudian, bahan peledak dan narkoba.

Hasil dari OPS 2021 ini dengan rincian diantaranya, untuk premanisme sebanyak 37 kasus dengan 40 tersangka.

Kasus prostitusi ada di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan 5 tersangka.

Perjudian 2 kasus dengan mengamankan 6 tersangka, kasus Minuman Keras (Miras) ada 2 kasus dengan 5 tersangka.

Baca juga: Soal Lionel Messi Belum Kelar, Hasrat Dapatkan Haaland Bisa Bikin Barcelona Melarat, ini Kondisinya

Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru 5 April 2021, Tukar di reward.ff.garena.com/id, Jangan Terlewat Event Menarik

Baca juga: Kebusukan Elsa Tercium, Hubungannya dengan Roy Dicurigai, Baca Sinopsis Ikatan Cinta 5 April 2021

Selain itu katanya, ada satu kasus bahan peledak dengan 2 tersangka diamankan.

Sedangkan kasus narkoba ada 6 dengan 7 tersangka, rinciannya diantaranya 2 kasus ditangani polres dan 4 kasus lainnya ditangai polsek jajaran.

"Dari tujuh tersangka ini diamankan barang bukti sebanyak 10,88 gram sabu. Pengedar satu orang, kurir lima orang dan pemakai satu orang," kata AKBP Darman dalam konferensi pers pada Senin (5/4/2021).

Bahkan juga ada anak bawah umur yang terlibat narkoba dan sudah dilakukan rehabilitasi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

"Hal ini sudah sesuai surat edaran penangan kasus narkoba yang menimpa anak di bawah umur," ungkapnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved