Breaking News:

Berita Kediri

Wisata Gunung Kelud Kediri Bakal Kembali Dibuka, Upaya Pemkab Pulihkan Ekonomi Dampak Pandemi

Pembukaan Wisata Gunung Kelud dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berada di Gunung Kelud Kediri, Minggu (4/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Wisata Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, akan kembali dibuka.

Pembukaan Wisata Gunung Kelud dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Wisata Gunung Kelud ditutup untuk umum untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, pihaknya akan mengkaji dengan berbagai macam stakeholder untuk membuka Wisata Gunung Kelud.

Baca juga: RSUD Dr Harjono Ponorogo Tambah Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19, Antisipasi Kasus Corona Naik

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Maling Motor Ceburkan Diri ke Laut hingga Anggota DPRD Masuk Gorong-Gorong

Baca juga: Nama Ganjar Pranowo Terus Masuk Hasil Survei Capres 2024, Begini Jawaban Gubernur Jawa Tengah

“Rencana dalam waktu dekat tempat wisata Gunung Kelud akan kita buka kembali, setelah kita koordinasi dengan beberapa pihak seperti dari Kepolisian, TNI maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19," kata dia.

"Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi dan untuk Kabupaten Kediri juga pada posisi zona orange," ujarnya.

Dengan kebijakan pembukaan wisata Gunung Kelud ini, diharapkan masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Ke depan dengan adanya izin dibukanya wisata Gunung Kelud tersebut, saya berharap baik pengelola maupun masyarakat dapat menaati aturan-aturan yang ada termasuk dalam penerapan protokol kesehatan," tutur Dhito.

Selain berencana membuka wisata Gunung Kelud, Hanindhito juga akan benahi masalah lahan parkir.

"Yang pasti dalam waktu dekat apabila lokasi ini sudah mendapatkan ijin untuk dibuka kembali, mengingat masih situasi pandemi covid-19, maksimal kita batasi sekitar 50 persen dari kapasitas pengunjung," tambah Mas Dhito.

"Saya berharap pihak pengelola dapat mentaati peraturan tersebut dan saya tidak mau mendengar muncul klaster-klaster baru covid-19," kata dia.

"Apabila aturan ini dilanggar, maka sanksinya sangat tegas, wisata tersebut akan ditutup kembali," pungkas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved