Breaking News:

Ramadan 2021

Ormas Islam di Pamekasan Madura Sepakat Menyamakan Kumandang Adzan Maghrib saat Ramadan 1442 Hijriah

Sejumlah organisasi masyarakat Islam wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, bersepakat menyamakan kumandang adzan Magrib saat Ramadan 1442 Hijriah.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat sejumlah Ormas Islam di Pamekasan melakukan FGD dengan Pemkab Pamekasan di Ruang Wahana Bina Praja Pemkab Pamekasan, Selasa (6/4/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM,  PAMEKASAN - Sejumlah organisasi masyarakat Islam wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, bersepakat menyamakan kumandang adzan Maghrib saat Ramadan 1442 Hijriah.

Kesepakatan itu diperoleh setelah melakukan Forum Grup Diskusi (FGD) yang digelar di Ruang Wahana Bina Praja Pemkab Pamekasan, Selasa (6/4/2021).

Dalam FGD itu dihadiri oleh pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Pamekasan, pengurus Daerah Muhammadiyah Pamekasan, perwakilan Kemenag Pamekasan, pengurus Dewan Masjid Indonesia cabang Pamekasan dan pengurus takmir Masjid Agung Asy-Syuhada.

Baca juga: Gara-gara Sabu, Sepasang Kekasih di Gresik Gagal Nikah, Minimarket Jadi Lokasi Transaksi Narkoba

Baca juga: Dipecat Sebagai Ketua PAC Demokrat Kabupaten Sumenep, Winanto Angkat Bicara

Baca juga: Kabupaten Tulungagung Kembali Berlakukan PPKM Mikro, Dinilai Efektif Kendalikan Penyebaran Covid-19

Baca juga: 2.152 Personel Gabungan di Kabupaten Sumenep Madura Amankan Pilkades Serentak 2021

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Pamekasan, Agus Mulyadi mengatakan, semua ormas Islam di Pamekasan sepakat menyamakan kumandang adzan salat Magrib dan salat wajib lainnya saat Ramadan 1442 hijriah.

Ia meminta kepada MUI cabang Pamekasan agar membuat fatwa perihal musala yang harus mengumandangkan adzan setelah adzan di masjid selesai.

"Karena masih sering ditemui musala yang ada di kampung mendahului adzan Magrib dari masjid," kata Agus Mulyadi kepada sejumlah media.

Menurut Agus, bila musala mendahului adzan Magrib dari masjid, dikhawatirkan waktunya selisih jauh dengan waktu adzan dari masjid.

Kalau hal itu terjadi, kata dia bisa saja puasa yang dilakukan masyarakat akan batal.

"Jadi MUI Pamekasan nanti bisa mengeluarkan fatwa, kalau adzan Magrib yang dilakukan oleh musala setelah adzan dari masjid. Jangan musala dulu baru masjid. Karena musala itu tidak merelay adzan dari Masjid Agung Asy-Syuhada," sarannya.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved