Breaking News:

Berita Sumenep

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Resmi Lantik Kades Pancor Hasil PAW, ada Pesan yang Disampaikan

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengucapkan selamat dan sukse atas terpilihnya saudara Hainur Rahman sebagai Kades terpilih PAW di Desa Pancor

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi lantik Kades Pancor, Kecamatan Gayam Sumenep hasil PAW 2021. 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi resmi melantik hasil pelaksanaan Pilkades Pengganti Antar Waktu (PAW) di Aula Al-Qarny tepatnya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada hari Kamis (8/4/2021).

Terdapat satu desa yang menggelar PAW, yakni di Desa Pancor, Kecamatan Gayam Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengucapkan selamat dan sukse atas terpilihnya saudara Hainur Rahman sebagai Kades terpilih PAW di Desa Pancor, Kecamatan Gayam sampai pada 30 Desember 2025 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Achmad Fauzi berharap dapat membangun desa lebih baik dan menuju kesejahteraan yang adil dan merata.

Baca juga: Video Becak Bergoyang di Pinggir Jalan, Ada Kepala Wanita Maju Mundur, Tukang Becak Bersihkan Celana

Baca juga: Tukar Kode Redeem FF Terbaru 7 April 2021, Jangan Sampai Kehabisan, Tukar di reward.ff.garena.com/id

Baca juga: Ibu Hamil Boleh Berpuasa, Ini Makanan Rekomendasi Dokter untuk Penuhi Nutrisi Sang Bayi

Ketua DPC PDI Prjuangan Sumenep ini mengingatkan, bahwa Kades bukanlah raja-raja kecil di desa. Sebab dalam UU Desa itu katanya sudah diatur sesuai pasal 27 yakni Kades wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa setiap akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan pada Bupati.

"Kades yang tidak melaksanakan kewajiban itu akan dapat sanksi administratif, dan bahkan bisa diberhentikan sementara," terang Achmad Fauzi.

Dalam kesempatan itu pulau, mantan Wakil Bupati Sumenep ini menekankan tiga hal yang harus diperhatikan.

Tiga hal itu diantaranya, pertama kades terpilih harus membangun sinergitas dengan perangkat desa dan BPD, tokoh Agama dan Masyarakat dalam menjalankan oembangunan.

Kedua katanya, Kades harus mulai belajar regulasi tentang desa. Sebab katanya, semakin besar anggaran desa maka semakin besar resikonya.

"Berdasarkan kajian satgas dana desa, di Madura sekitar 60 sampai 80 persen terindikasi korupsi dan terjerat pidana. Dari itulah belajarlah aturannya agar tidak terjerat hukum," pintanya.

Ketiga kata Achmad Fauzi, soal Dana Desa diharapkan bisa memperkuat perekonomian masyarakat desa. Salah satunya katanya, sesuai amanat UU dengan adanya pembentukan BUMDES.

"Sampai saat ini Bumdes yang terbentuk di Sumenep berjumlah 276 BUMDes dari 330 desa yang ada. Pemberdayaan Bumdes ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat yang menurun di tengah pandemi  Covid-19," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved