Breaking News:

Berita Bangkalan

Wujudkan Kampus Sebagai 'Menara Air', Universitas Trunojoyo Madura Gandeng G25 Indonesia

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berupaya menegaskan diri sebagai kampus ‘Menara Air’ yang mampu memberikan percikan air kehidupan untuk masyarakat

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Dr Drs EC Muh Syarif dan Ketua Yayasan G25 Indonesia, Dasuki Rahmad meneken Penandatanganan Nota Kesepakatan bertemakan, ‘Strategi Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Rakyat Miskin’ di Gedung Rektorat Lantai V UTM, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tidak hanya sebagai Kampus Riset dan Perguruan Tinggi Negeri berbasis klaster, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus berupaya menegaskan diri sebagai kampus ‘Menara Air’ yang mampu memberikan percikan air kehidupan kepada masyarakat.

Hal itu diwujudkan UTM melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Gerakan Dua Lima (G25) Indonesia dengan tema ‘Strategi Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Rakyat Miskin’ di Gedung Rektorat Lantai V UTM, Kamis (8/4/2021).

Rektor UTM, Dr Drs EC Muh Syarif mengungkapkan, Penandatanganan Nota Kesepakatan bersama G25 bagi pihak UTM merupakan hal yang baik karena ini menjadi bagian dari pengembangan yayasan sosial yang sudah melakukan aktifitas nyata dan kongkret di masyarakat.

“Pertama kali bertemu saya langsung setuju dan  kami mendukung. Ini menarik, kami tidak perlu berbicara sesuatu yang besar. Tetapi yang kongkrit, itu saja. Terpenting agar kampus bisa menjadi menara air bagi masyarakat luas,” ungkap Rektor UTM, Dr Drs EC Muh Syarif.

Baca juga: Video Becak Bergoyang di Pinggir Jalan, Ada Kepala Wanita Maju Mundur, Tukang Becak Bersihkan Celana

Baca juga: Isi Kado Mewah dari Nagita Slavina Bikin Zaskia Sungkar Syok: Lu Punya Saham di Toko Itu Ya?

Baca juga: Ulang Tahun ke-1, CC-Mart Siap Bangun 50 Gerai Baru di Madura dan Wilayah Jawa Timur Lainnya

Ia menjelaskan, kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan G25 Indonesia bisa menjadi sarana kegiatan kewirausahaan mahasiswa atau semacam kegiatan pendidikan masyarakat.

Sehingga kerjasama ini bisa menjadi bagian dari implemetasi dari Kampus Merdeka. Apalagi mayoritas pengurus G25 Indonesia adalah lulusan UTM.

“Ke depan, kami akan memberikan pendampingan atau fasilitator untuk kewira usahaan. Kami bisa mengirim dosen ataupun mahasiswa atas kegiatan yang sudah menjadi objek atau pematik manfaat,” jelasnya.

Sekedar diketahui, G25 merupakan yayasan gerakan sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan usaha super mikro dan advokasi bidang pendidikan kewirusahaan bagi masyarakat tidak mampu.

Yayasan ini berdiri pada 5 Maret 2019 dan ber-home base di Desa/Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Dengan semangat gerakan sosial, G25 Indonesia menghimpun donasi dengan besaran minimal Rp 25 ribu dari para anggota dan masyarakat umum yang ingin menyisihkan sedikit dari rezekiya.

Hasil dari donasi yang terkumpul akan dikelola dan disalurkan kepada masyaralat tidak mampu yang memiliki tekad kuat dalam membangun usaha namun terkendala dengan modal sumber daya ekonomi secara mandiri.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved