Breaking News:

Berita Sumenep

Partai Golkar Sumenep Bagi Sarung ke Warga, Diduga Tak Berizin Hingga Picu Kerumunan, Ditegur Polisi

Partai Golkar Sumenep malah memicu kerumunan massa yang berdesak-desakan saat pembagian sarung itu berlangsung tepat di depan Masjid Jamik Sumenep

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Warga Jamaah shalat Jumat di Kabupaten Sumenep berkerumun dalam pembagian sarung oleh Partai Golkar di depan Masjid Jamik, Jalan Raya Trunojoyo pada Jumat (9/4/2021) 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Partai Golkar Sumenep mengadakan pembagian sarung untuk warga.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, diketahui Partai Golkar Sumenep malah memicu kerumunan massa yang berdesak-desakan saat pembagian sarung itu berlangsung tepat di depan Masjid Jamik Sumenep Madura, Jalan Trunojoyo pada hari Jumat (9/4/2021).

Selain itu, diduga kegiatan tersebut tanpa mengantongi izin.

Tampak jelas warga atau jamaah shalat Jumat siang ini terlihat berkerumun, berdesak-desakan, berteriak rebutan dalam pembagian sarung dari partai Golkar tersebut terjadi berlangsung nekat.

Baca juga: 6 Shio Diprediksi Beruntung Berkali-kali Sabtu 10 April 2021: Kerbau Mewujudkan Target & Pencapaian

Baca juga: Puluhan Pengemudi Mobil di Kota Malang Ditindak, Kedapatan Parkirkan Kendaraan di Atas Jembatan

Baca juga: Isi Kado Mewah dari Nagita Slavina Bikin Zaskia Sungkar Syok: Lu Punya Saham di Toko Itu Ya?

Padahal Kabupaten Sumenep ini, dalam peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur masih masuk zona kuning.

Dikonfirmasi Ketua Partai Golkar Sumenep, Iwan Budiharto membenarkan kegiatan itu dan pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih jauh karena terkendala sakit.

"Insyaallah iya, saya sekarang masih dalam keadaan sakit," kata Iwan Budiharto pada TribunMadura.com

Dikonfirmasi Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan kegiatan itu dan mengaku pihak kepolisian sudah melakukan peneguran terhadap panitia bagi-bagi sarung yang mengundang warga jamaah shalat jumat tersebut.

"Itu tidak ada pemberitahuan dan tidak ada izinnya memang dari Golkar," ungkap AKP Widiarti Sutioningtyas.

Bahkan pada Polsek Kota yang dekat dengan kegiatan yang berkerumun tersebut juga tidak ada pemberitahuan.

"Kita sebagai aparat sudah menegur pada penyelenggara untuk membubarkan diri," terangnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved