Breaking News:

Berita Bangkalan

43 Rektor se-Madura Rapatkan Barisan di Kampus UTM, Siap Kolaborasi Pengembangan Potensi Pulau Garam

43 pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se Madura bersepakat dalam Penandatanganan Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr Muh Syarif meneken Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, Pembahasan Program Kerja, dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam Forum Rapat Kerja di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (12/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sejumlah rektor di Madura merapatkan barisan dalam bingkai Forum Rapat Kerja di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan, Senin (12/4/2021).

Ada 43 pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se Madura bersepakat dalam Penandatanganan Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, Pembahasan Program Kerja, dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan rapat Forum Rapat Kerja perguruan tinggi di Madura itu membahas soal kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat di empat kabupaten di Madura.

Baca juga: Jadwal 1 Ramadan 2021 Jatuh pada Selasa 13 April 2021 Besok, Diumumkan Langsung Menag Yaqut

Baca juga: BREAKING NEWS - Hilal 1 Ramadan 2021 Terlihat di Tuban, Ada 3 Orang Bersaksi

Baca juga: UTBK SBMPTN 2021 di UTM, Pelaksanaan Tes di Universitas Trunojoyo Madura hingga 30 April 2021

Rektor Universitas Wiraraja ( Unija) Kabupaten Sumenep, Dr Sjaifurrachman mengungkapkan, Forum Rapat Kerja tersebut merupakan potensi luar biasa di bidang pendidikan dalam rangka menyamakan visi dan misi, berkolaborasi program kerja, penguatan kelembagaan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam (SDA).

“Saya menyambut baik, semoga ke depan menjadi titik terang bagi Madura. Seperti yang kita tahu bersama, kalau kita lihat IPM dan kemisikinan, masih terendah. Ini mungkin merupakan salah satu cara dan upaya untuk meningkatkan itu semua,” ungkap Sjaifurrachman kepada Surya ( grup TribunMadura.com ).

Sebanyak 43 pimpinan perguruan tinggi Negeri maupun Swasta se Madura itu berasal dari 13 perguruan tinggi di Kabupaten Bangkalan, 5 perguruan tinggi di Kabupaten Sampang, serta masing-masing sebanyak 13 perguruan tinggi dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

“Tadi disampaikan Madura ini sangat seksi. Saya katakan lebih dari itu. bukan hanya seksi. Kalau dikelola dengan baik, Madura akan menjadi madunya negara,” tegas Sjaifurrachman.

Ia lantas mengambil satu contoh SDA berupa energi minyak dan gas (migas) yang dieksploitasi dari Pulau Pagurungan, Kabupaten Sumenep. Migas dari pulau tersebut menjadi tulang punggung sektor migas di Jawa Timur.

“Sekarang, Pulau Pagurungan menyuplai kebutuhan migas di seluruh Jawa Timur di angka 53 persen. Itu baru satu titik, satu pulau. Sedangkan di Kabupaten Sumenep terdata sebanyak 126 pulau,” pungkasnya.

Baca juga: Bintang Mr Queen Kim Jung Hyun Terlibat Kontroversi, Nama Seo Ye Ji Dikaitkan, Ini Tanggapan Agensi

Baca juga: Pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Agungi Malang, Ada Pembatasan Jumlah Jemaah hingga Aturan Shaf

Rektor UTM, Dr Drs EC H Muh Syarif, Msi mengungkapkan, Forum Rapat Kerja tersebut diharapakan akan ada pengembangan kapasitas dan kelembagaan di masing-masing kampus, pengembangan prodi yang dikaitkan dengan potensi Madura, dan pengembangan sumber daya yang ada di Madura.

“Jadi kelembagaan masing-masing perguruan tinggi mana yang memang bisa memberikan kontribusi, saling melengkapi, mengembangkan program studi berdasarkan pengembangan potensinya. Termasuk pengembangan SDM di Pulau Madura,” ungkapnya.

Tidak sekedar menyamakan visi dan misi antar kampus se Madura, namun Forum Rapat Kerja tersebut akan membuka kesempatan setiap kampus untuk membuka komunikasi secara inten dengan empat Pemerintah Daerah yang ada di Pulau Madura.

“Ini sudah kami bahas, sumbangan pemikiran itu dari para pemangku kebijakan di empat pemerintahan daerah di Madura sangat kami perlukan,” jelas Muh Syarif.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Rapat Kerja disepakati akan digelar setiap tiga bulan sekali di Perguruan Tinggi yang berbeda. Selain itu, Muh Syarif disepakati sebagai Ketua Forum Rapat Kerja. Sedangkan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Dr H Mohammad Kosim, Mag didapuk sebagai Sekretaris.

“Agenda kami dalam kesempatan forum berikutnya akan membahas potensi-potensi SDA di Madura seperti migas dan garam sebagai pengembangan prodi (program studi). Terkait migas, kami sudah bertemu dengan kepala SKK Migas kemarin,” pungkas Muh Syarif. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved