Breaking News:

Berita Jawa Timur

Peredaran Narkoba Kini Merambah ke Ponpes, 15 Kasus Diungkap Polda Jatim Kurun Waktu 3 Bulan

Peredaran narkotika mulai merambah ke pondok pesantren. Polda Jatim mengungkap sebanyak 15 kasus.

TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta bersama Gus Ali dalam pemusnahan barang bukti Miras dan Narkoba di Mapolda Jatim, Senin (12/4/2021). 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengungkap sebanyak 15 kasus peredaran narkotika di pondok pesantren di Jawa Timur.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menyebut, peredaran narkoba di dalam ponpes diungkap berkat informasi dari pimpinan pondok pesantren yang telah memberitahukan kepada pihaknya.

Baca juga: Kegiatan Pasar Takjil di Kota Malang saat Ramadan 2021 Diizinkan, Kapolresta Ingatkan Warga soal 5M

Baca juga: Bermalam di Rumah Guru Pondok, Remaja asal Sampang Madura Tak Bernyawa setelah Mandi di Embung

Baca juga: Pengaman Perbatasan Kabupaten Ponorogo - Wonogiri Jawa Tengah Diperketat, Cegah Masyarakat Mudik

"Karena pihak pondok pesantren berharap kepada Polri bisa menindak siapa saja yang coba-coba menyelundupkan (narkoba,red) ke pesantren," kata Irjen Pol Nico Afinta setelah pemusnahan barang bukti Miras dan Narkoba di Mapolda Jatim, Senin (12/4/2021).

Selama periode 1 Januari - 31 Maret 2021, Polda Jatim berhasil menangkap sebanyak 2.205 tersangka dari 1800 kasus.

Dari jumlah itu, terdapat 15 kasus dengan 16 tersangka yang berupaya mengedarkan sabu ke dalam ponpes.

"Itu presentasenya 0,8 persen. Meski kurang dari satu persen, kami harapkan bisa nol," ujar dia.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo, Kiai Agoes Ali Masyhuri mengapresiasi peran pemerintah dalam memberantas narkoba.

Menurutnya, pemerintah sudah kompak berkomitmen memerangi barang haram tersebut.

Gus Ali, sapaan karib Kiai Agoes Ali Masyhuri menambahkan, tak hanya pemerintah saja yang berupaya memberantas peredaran narkoba.

Baca juga: Ada Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Malang Cegah Arus Mudik, Mulai Lawang hingga Ampelgading

Baca juga: Puasa Ramadan 2021, Warga Kota Malang Boleh Jualan Takjil, Ada Syarat yang Wajib Dipatuhi Pedagang

Kata dia, masyarakat juga harus bersepakat melawan narkoba agar benar-benar melindungi diri sendiri dan keluarga.

"Belajar dari masa lalu, hiduplah untuk masa kini, dan rencanakan masa depan," katanya.

"Semoga usaha pemerintah kita ini diberkahi Allah. Semoga ibadah Ramadan berjalan dengan baik," pungkas Gus Ali.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved