Breaking News:

Berita Surabaya

Terima Uang Salah Transfer di Rekening, Pria ini Divonis Penjara 1 Tahun, Simak Kronologinya

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhi hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa Ardi Pratama atas perkara salah transfer Rp 51 juta

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Aqwamit Torik
freepik
Ilustrasi penjara - Terdakwa perkara salah transfer divonis satu tahun penjara 

Terpisah, penasihat hukum Ardi mengatakan pikir-pikir dan belum menentukan langkah hukum selanjutnya. Hal senada juga dikatakan jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Willy Pramana.

"Kami akan pikir-pikir, yang mulia," kata salah satu pengacara Ardi, R Hendrix Kurniawan. Putusan hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan pidana penjara selama dua tahun dari JPU, kepada Ardi. 

"Menuntut agar majelis hakim menghukum terdakwa Ardi Pratama dengan pidana 2 tahun penjara," kata jaksa Zulfikar, Rabu (24/3) sore. 

Ardi Pratama dinilai bersalah, dana hasil salah transfer sebesar Rp 51 juta itu diakuinya digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari dan membayar hutang.

Perkara ini bermula saat Ardi Pratama, warga Surabaya, mendapatkan transfer masuk uang sebesar Rp51 juta ke rekeningnya pada Maret 2020.

Ia menyangka uang itu adalah hasil komisinya sebagai makelar.

Namun, 10 hari berselang, rumah Ardi didatangi oleh dua pegawai BCA.

Mereka mengatakan bahwa uang senilai Rp51 juta itu adalah uang yang salah transfer dan masuk ke rekening Ardi.

Uang itu terlanjur terpakai Ardi dan keluarganya.

Pihak BCA sempat juga mengirimkan surat somasi kepada Ardi.

Namun tak kunjung mendapatkan respons.

Berbulan kemudian, seorang eks pegawai BCA melaporkan Ardi ke polisi, pada Agustus 2020.

Lalu pada November 2020, Ardi resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan tuduhan Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved