Breaking News:

Ramadan 2021

Jalan Suromenggolo Ponorogo, Surganya Berburu Takjil saat Ramadan Tiba, Ada Banyak Menu Pilihan

Jalan Suromenggolo menjadi spot favorit warga Kabupaten Ponorogo ngabuburit sambil berburu menu takjil.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Lapak penjual takjil di Jalan Suromenggolo, Kabupaten Ponorogo, Jumat (16/4/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Ngabuburit menjadi satu di antara kegiatan seru saat menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

Di Kabupaten Ponorogo, satu dari sejumlah tempat favorit untuk ngabuburit adalah Jalan Suromenggolo atau yang biasa disebut masyarakat Ponorogo 'dalan anyar' (jalan baru).

Di sepanjang Jalan Suromenggolo ,mulai dari Stadion Batoro Katong hingga pertigaan Jalan Juanda, berjajar lapak yang menjual beraneka macam makanan dan minuman takjil menu buka puasa.

Baca juga: Legitnya Kurma dan Segarnya Es Permen Karet, Paduan Takjil saat Berkunjung ke Kampung Arab Surabaya

Baca juga: Menilik Keindahan Kampung Arab Surabaya, Spot Lain saat Berkunjung Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel

Baca juga: Jual Es Dawet Sejak Tahun 1984, Bu Matun Cuma 3 Kali Naikkan Harga, Warung Legendaris di Ponorogo

Di sana, Anda dapar menemukan makanan ringan seperti pentol, sempol, cimol, sate tahu, batagor dan siomay hingga makanan berat mulai dari pecel, nasi babat, nasi goreng, ayam geprek, bakmi, dan lainnya.

Jika ingin mencari takjil yang segar-segar, ada juga beranekaragam minuman juga berjajar di Jalan Suromenggolo.

Anda dapat menemukan berbagai minuman dingin, mulai dari es dawet, es cincau, jus buah, es permen karet, hingga es susu segar dari peternak di Kecamatan Pudak.

Warga Kabupaten Ponorogo juga bisa memesan es kopi susu kekinian di sejumlah kedai dan kafe yang ada di sepanjang jalan tersebut.

Hendi, seorang pedagang Sempol di Jalan Suromenggolo mengaku dagangannya lebih laris terjual saat bulan Ramadan.

"Alhamdulillah saat Ramadan selalu lebih ramai. Saya buka mulai jam 3 sore, biasanya mulai ramai jam setengah 5 sore," kata Hendi, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Berkunjung ke Kantor Redaksi TribunMadura.com, Bupati Sumenep Ungkap Makna Blangkon yang Dipakai

Baca juga: DPC PKB Sidoarjo Akui Solid di Tengah Kabar Isu MLB PKB, Tegaskan Patuhi Hasil Muktamar Bali

Saking ramainya, biasanya pada pukul 20.00 WIB Hendi sudah menutup lapaknya lantaran dagangannya sudah habis.

"Sehari rata-rata bisa terjual 700 tusuk," kata Hendi.

Sementara itu, Agastya, seorang warga yang sedang ngabuburit, mengaku sering mencari makanan dan minuman untuk berbuka puasa di Jalan Suromenggolo.

"Alasannya ya karena banyak pilihannya, jadi tidak bosan," kata Agastya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved