Breaking News:

Berita Blitar

Kain Goni Bekas Disulap Jadi Peci, Laris Manis Jadi Souvenir dari Kawasan Wisata Makam Bung Karno

Didin Arus Saputro (38) menjual peci atau songkok berbahan kain goni bekas. Laris manis saat Ramadan tiba.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Didin Arus Saputro (38) sedang menyelesaikan pembuatan peci berbahan limbah kain goni di kiosnya, Jl A Yani, Kota Blitar, Jumat (16/4/2021). 

"Saya belajar dari YouTube sebentar, setelah itu langsung praktik," katanya.

Didin memanfaatkan kain goni bekas yang dibeli dari tetangga dan beberapa kenalan di wilayah Blitar untuk bahan peci.

Selain kain goni bekas, bahan lain untuk membuat peci, yaitu, kain kapas dan benang nilon untuk menjahit.

Dalam sehari, Didin rata-rata bisa menyelesaikan 10 peci goni.

"Sementara saya kerjakan sendiri, tapi kalau ada pesanan banyak, saya menggunakan tenaga tetangga untuk membantu produksi," ujarnya.

Harga peci goni milik Didin bervariasi. Untuk peci goni polos dijual dengan harga Rp 25.000 per biji.

Sedang peci goni bordir dijual mulai kisaran harga Rp 50.000 per biji.

"Selain dari pedagang Makam Bung Karno, juga mulai ada pesanan dari kenalan di Pondok Pesantren dan karang taruna di desa saya," katanya.

Tapi, Didin berharap kerajinan peci goni miliknya bisa menjadi ikon di kawasan wisata Makam Bung Karno Kota Blitar.

Untuk itu, dia mencoba memproduksi banyak peci goni dengan gambar Bung Karno.

"Bentuk pecinya klasik dan bahannya ramah lingkungan. Harapan saya, kerajinan peci goni ini bisa menjadi ikon di kawasan Wisata Makam Bung Karno," katanya. (sha)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved