Ramadan 2021

Satgas Covid-19 Nganjuk Waspadai Penyebaran Virus Corona dari Kerumunan Pembeli Takjil Ramadan 2021

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk mewaspadai potensi penyebaran virus corona dari tempat penjual takjil selama Ramadan 2021.

dok Polsek Nganjuk Kota
Tim Satgas Covid-19 dari Polsek Nganjuk Kota melakukan patroli dan pantauan terhadap aktifitas pedagang penjual makanan dan minuman takjil buka puasa di tepi jalan alun-alun Kota Nganjuk 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona pada bulan Ramadan 2021.

Hal ini dilakukan setelah penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk yang hingga kini terus terjadi.

Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Rahayu Rini mengatakan, pada bulan suci Ramadan seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang selalu berbondong-bondong mendatangi tempat pedagang yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman untuk takjil buka puasa.

Karena masih dalam kondisi pandemi, tim Satgas dari Polsek Nganjuk Kota berusaha memberikan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa.

Baca juga: Kronologi Adik Tebas Jantung Kakak di Pamekasan, Sakit Hati Ditonjok Berujung Satu Nyawa Melayang

Baca juga: Remaja Gresik Dianiaya Anggota Geng Motor di Warung Kopi Jelang Sahur, Orangtua Lapor Polisi

Baca juga: Harga Daging Ayam di Lamongan Sentuh Rp 40 Ribu, Harga Telur hingga Minyak Goreng Juga Naik

"Bila menjumpai ada warga berkerumun saat membeli makanan dan minuman takjil anggota kami pun langsung menginatkan semuanya untuk menjaga jarak mematuhi protokol kesehatan," kata Rahayu Rini, Jumat (16/4/2021).

Dijelaskan Rahayu Rini, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 Tim Satgas Covid-19 dari jajaran Polsek Nganjuk Kota melakukan aksi preventif dan preemtif dengan melaksanakan patroli.

Hal itu untuk memastikan para pedagang takjil selalu menggunakan masker dan sarung tangan saat melayani takjil kepada masyarakat.

Pihalnya juga memberikan teguran kepada masyarakat yang membeli takjil agar selalu memakai masker hindari berkerumun guna keselamatan dari penyebaran Covid-19

"Jadi anggota tidak segan menegur dan memberikan peringatan apabila ada yang melanggar Prokes pencegahan covid-19," ucap Rahayu Rini.

Langkah tersebut, tambah Rahayu Rini, juga sebagai tindak lanjut terkait kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko penyebaran virus yang semakin meluas hingga sekarang ini.

Baca juga: Lagi Rebahan, Penjaga SPBU di Situbondo Dibacok Preman, Gara-Gara Tegur Pelaku Karena Minta BBM

Baca juga: Terduga Pelaku Pembacokan Tokoh Masyarakat Madura Diamankan Polisi, Kini Masih Berstatus Saksi

"Yang pasti, kami akan terus berpatroli mengimbau masyarakat tentang pembatasan beraktifitas diluar rumah, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan," kata dia.

"Tentunya ini tetap kami lakukan dengan cara-cara humanis selama masyarakat mau mengikuti, karena ini demi kebaikan semuanya," tutur Rahayu Rini.

Sementara itu, dari data tim Satgas Penanganan Covid-19 hingga kini jumlah kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 3.535 Kasus.

Ini setelah adanya penambahan sebanyak 10 kasus positif corona pada Jumat (16/4/2021).

Sedangkan kasus sembuh mencapai 3.179 setelah ada penambahan sembuh 13 orang.

Pasien meninggal dunia di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 306 orang meninggal dunia setelah adanya penambahan satu orang meninggal dunia hari ini. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved