Breaking News:

Berita Pono

Polres Ponorogo Awasi Terminal hingga 4 Perbatasan, AKBP M Nur Azis: Nekat Mudik akan Dikarantina

Polres Ponorogo bersama Pemkab Ponorogo akan mendirikan pos-pos penyekatan di empat titik perbatasan Ponorogo dengan kabupaten/kota lain.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis saat ditemui wartawan TribunMadura.com, Minggu (18/4/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti I Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Polres Ponorogo bersama Pemkab Ponorogo akan mendirikan pos-pos penyekatan di empat titik perbatasan Ponorogo dengan kabupaten/kota lain.

Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut larangan mudik dari pemerintah pusat dalam rangka menyambut Idul Fitri 1442 H.

Menurut Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis tidak menutup kemungkinan masih ada masyarakat yang memaksa mudik meski sudah dilarang oleh pemerintah. 

Untuk itu lah, pihaknya akan mendirikan empat pos penyekatan di perbatasan pintu masuk wilayah Ponorogo, mulai dari perbatasan Ponorogo-Madiun, Ponorogo-Wonogiri Jawa Tengah, Ponorogo-Pacitan, dan Ponorogo-Trenggalek.

"Kami optimalkan penyekatan di perbatasan terutama di Mlilir (perbatasan Madiun) dan di Biting (perbatasan Wonogiri). Kalau yang perbatasan Pacitan dan Trenggalek kan lokal saja," kata Azis, Minggu (18/4/2021).

Selain di perbatasan, Polres juga akan melakukan operasi di Terminal Tipe A Seloaji agar tidak kecolongan jika ada masyarakat yang memaksa mudik menggunakan moda transportasi bus.

Azis mengaku jika memang ada masyarakat yang memaksa mudik pihaknya tak mungkin memaksa masyarakat tersebut untuk putar balik.

Sebagai gantinya, Azis akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 desa tujuan mudik masyarakat yang bersangkutan.

"Kami minta dikarantina beberapa hari, kalau tidak bergejala boleh pulang," lanjutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved