Breaking News:

Berita Sumenep

Pria di Sumenep Tewas Diduga Akibat Terima Suntikan dan Minum Obat dari Klinik, ini Kronologinya

Warga Sumenep itu bernama Walid Alhujairi, meninggal dunia yang diduga akibat dari disuntik dan meminum obat dari klinik pada hari Minggu (18/4/2021).

Shutterstock
Ilustrasi obat 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Seorang warga Sumenep meninggal dunia diduga akibat disuntik dan minum obat dari sebuah klinik di Sumenep.

Warga Sumenep itu bernama Walid Alhujairi, meninggal dunia yang diduga akibat dari disuntik dan meminum obat dari klinik pada hari Minggu (18/4/2021).

Pria berusia 26 Tahun ini asal Dusun Lembana Desa Kombang, Kecamatan Talango.

Asriyono (46) salah satu dari keluarga korban ini bercerita, bahwa awalnya Walid Alhujairi hendak memeriksakan diri di Klinik tersebut sekitar pukul 07.00 WIB.

Klinik di Sumenep itu tepatnya di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Andin-Mama Rosa Marah Tahu Aksi Al? Simak Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini Sabtu 17 April 2021

Baca juga: AC Milan Beri Pujian ke Mandzukic, Gagal Jadi Ibrahimovic Tapi Ogah Makan Gaji Buta

Baca juga: Cek Harga dan Spesifikasi Oppo Terbaru pada April 2021, Mulai Oppo A54, Oppo A15, Oppo Reno5 5G

"Kami sangat kecewa sekali dengan pelayanan yang diberikan dari Klinik, Walid Alhujairi tadi pagi periksa disuntik.

Tiba-tiba setelah disuntik dan minum obatnya kira-kira 10 menit langsung tak sadarkan diri," tutur Asriyono dengan nada kecewa.

Kondisi anak dari Matnawi ini makin membuat suasana panik, sebab dari mulutnya terus keluar sesuatu.

Karena suasana panik dan keluarganya langsung membawanya ke Puskesmas Talango untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

"Tapi usaha kesana gagal, Walid sudah tidak bernyawa lagi.

Itu kira-kira dalam perjalanan ke Puskesmas," katanya.

Saat berusaha dikonfirmasi oleh TribunMadura.com, pemilik klinik masih belum bisa memberikan klarifikasinya, nomor pribadinya saat dihubungi belum aktif.

Kanit Reskrim Polsek Talango, Joko Karim juga belum bisa memberikan keterangan saat dihubungi via WhatsApp pribadinya meskipun aktif.

Upaya konfirmasi tetap akan dilakukan hingga ada penjelasan dan pernyataan dari pihak terkait.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved