Breaking News:

Berita Madura

9 Bacalon Kades Poteran Talango Sumenep Mendaftar, Satu Bacalon Diduga Terindikasi Pidana Korupsi

9 Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon) Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep Madura telah mendaftar ke Sekretariat Pilkades setempat tahun 2021.

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Panitia Pilkades Desa Poteran, Kecamatan Talango Sumnep. 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sebanyak 9 Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon) Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep Madura telah mendaftar ke Sekretariat Pilkades setempat pada Tahun 2021.

Data Bacalon Kades tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pilkades Poteran, Hadi Murtadha.

"Lima bakal calon asli pribumi dan empat lainnya dari luar kecamatan Talango," kata Hadi  Murtadha saat ditemui awal media pada hari Kamis (21/4/2021).

Dari 9 bacalon yang  mendaftar ke Sekretariat telah dinyatakan lengkap secara administrasi pada tahap pendaftaran.

"Secara administrasi pendaftaran bakal calon sudah lengkap dan tinggal mengikuti pada tahapan selanjutnya, yakni penyaringan," tuturnya.

Baca juga: Pemuda Sidoarjo Disabet Samurai Sepulang Ngopi Dini Hari, Sempat Dipukul dan Ditendang

Baca juga: Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua, Anak Perempuan 4 Tahun di Sumenep Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Salah satu dari sembilan bacalon kades  tersebut, terdapat satu Bacalon yang diduga pernah terpidana kasus korupsi.

"itu termasuk mantan kepala desa sebelumnya, yang pernah menjabat selama dua periode di Desa Poteran, ini," katanya

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat keterangan dari Pengadilan Negri (PN) Kabupaten Sumenep nomor 549/SK/HK/04/2021/PN Smp.

Pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian menerangkan, bahwa yang bersangkutan pernah memiliki catatan tindak pidana "Korupsi" sebagaimana diatur dalam pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31/1999 Jo nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi.

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak di Perairan Bali, Ada 53 Personel di Dalamnya

"Berdasarkan putusan Pengadilan Negri (PN) Surabaya nomor 91/Pid.Sus/TPK/2007/PN Sby dengan pidana penjara selama dua tahun di Rumah Tahanan Kelas IIB Sumenep," katanya

Secara aturan apakah bacalon tersebut diterima atau tidak, pihaknya mengaku soal persyaratan administrasi tahap pendaftara bacalon itu katanya diterima sebagaimana yang diatur dalam peraturan bupati (Perbup) nomor 15 tahun 2021.

"Kalau secara tahapan pertama, administrasi bacalon diterima. Namun, yang dapat menentukan itu lolos atau tidak pada tahap berikutnya yakni tahapan penyaringan tingkat kabupaten," tuturnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved