Breaking News:

Berita Malang

Masyarakat Diimbau Waspada Manfaatkan Jasa Pinjaman Online, OJK Malang Ingatkan soal Risiko Besarnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam memanfaatkan jasa pinjaman online.

abcnews.go.com
ilustrasi - pinjaman online iming-iming dana langsung cair 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Berbagai kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tidak sedikit masyarakat yang memutuskan untuk mencari jalan pintas dengan melakukan pinjaman.

Satu di antara pinjaman uang yang tengah marak dilakukan, yakni melalui aplikasi pinjaman online.

Baca juga: Korban Kapal Selam KRI Nanggala Kapten Laut (E) Yohanes Heri Dikenal Tetangga Sosok Baik dan Ramah

Baca juga: BREAKING NEWS - Hubert Henry Limahelu Boomerang Meninggal Dunia setelah Dirawat di RS 10 Hari

Baca juga: 4 Titik Penyekatan di Kabupaten Lamongan, Perbatasan Mojokerto, Gresik hingga Lamongan Dijaga Ketat

Apalagi, aplikasi pinjaman online juga mengiming-imingi pencairan dana yang sangat mudah dan bunga ringan.

Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam memanfaatkan jasa pinjaman online tersebut.

"Dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat meningkat," kata Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri kepada TribunJatim.com, Sabtu (24/4/2021).

"Masyarakat ingin cepat mendapat pendanaan, sehingga berpotensi meminjam ke pinjol (pinjaman online) ilegal," ujar dia.

Ia menjelaskan, tak sedikit masyarakat justru terjerat bunga pinjaman online ilegal dan kesulitan melakukan pembayaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan pinjaman online," tutur dia.

"Khususnya pinjaman online yang ilegal, tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK," terangnya.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Henry Boomerang Mengalami Koma Akibat Pecah Pembuluh Darah Saraf Otak

Baca juga: Titik Penyekatan Perbatasan Gresik Ditambah, Total 8 Pos Siap Dibangun di Wilayah Batas Aglomerasi 

Dia menerangkan, pinjaman online ilegal tidak jelas pengurus dan pemiliknya. Sehingga bunga yang diberikan tidak transparan.

"Jadi, seperti rentenir digital. Oleh karena itu sebelum masyarakat memutuskan untuk melakukan pinjaman online, lebih baik cek dulu perusahaan pinjaman onlinenya, apakah sudah berizin dan terdaftar di OJK atau tidak," kata dia.

"Cara mengeceknya pun mudah, hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan Whatsapp 081 157 157 157," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved