Breaking News:

Berita Tuban

Akses Masuk ke Jawa Timur dari Jateng Diperketat, Ada Dua Titik Penyekatan di Jalur Pantura Tuban

Penyekatan akses masuk Jawa Timur dari Jawa Tengah melalui jalur Pantura penyekatan. Seperti halnya di Kabupaten Tuban.

TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat menyampaikan aturan larangan mudik, Selasa (27/4/2021) 

Reporter: Mochamad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Dilakukan penyekatan akses masuk Jawa Timur dari Jawa Tengah melalui jalur Pantura penyekatan. Seperti halnya di Kabupaten Tuban.

Penyekatan Jalur Pantura Tuban dilakukan untuk mengantisipasi adanya arus Mudik Lebaran 2021.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, ada dua titik penyekatan saat masuk Tuban dari arah Jawa Tengah.

Baca juga: Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Malang Jelang Mudik Lebaran 2021, Kendaraan Roda 4 Jadi Atensi

Baca juga: 4 Titik Penyekatan di Kabupaten Lamongan, Perbatasan Mojokerto, Gresik hingga Lamongan Dijaga Ketat

Baca juga: Perempuan PMI di Kota Blitar Dijemput Satgas Covid-19 di Rumahnya, Baru Pulang dari Singapura

Penyekaran pertama di Kecamatan Bancar dan Kecamatan Jatirogo.

Di titik penyekatan itu, petugas gabungan nantinya akan mengintensifkan penyekatan dengan memeriksa kendaraan yang masuk.

"Ada dua titik penyekatan saat masuk Tuban dari arah jateng, kita jaga ketat," ujar Ruruh kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Perwira menengah itu menjelaskan, di luar pos penyekatan, ada dua pos pelayanan yang disediakan di wilayah yang dipimpinnya.

Pertama pos pelayanan di Rest area dan Pos Boom utara alun-alun.

Baca juga: Pemkot Surabaya Minta Tak Ada Takbir Keliling pada Malam Hari Raya Idul Fitri, Cegah Kerumunan Warga

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2021, Aksi Kriminalitas di Sampang Meningkat, Polres Sampang Aktifkan King Serse

Sementara untuk jalur tikus, Kapolres akan memerintah Polsek jajaran untuk memetakan segala kemungkinan jalan yang bisa ditembus masyarakat yang masih nekat mudik.

"Untuk jalur tikus nanti saya minta Kapolsek mengintensifkan wilayahnya masing-masing," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah telah menerbitkan adendum sebagai SE no 13 tahun 2021, menyikapi masyarakat yang memaksakan pulang lebih awal sebelum tenggat waktu larangan mudik, mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021.

SE tersebut mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved