Breaking News:

Berita Sumenep

Bupati Sumenep Minta Petani Tambak Bentuk Paguyuban, Demi Kemajuan Pembangunan Sumenep

Pemerintah setempat akan merangkul semua pengelola industri budidaya tambak di wilayah Sumenep. Hal ini dilakukan demi kemajuan dan manfaat masyarakat

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah setempat akan merangkul semua pengelola industri budidaya tambak di wilayah Sumenep.

Hal ini dilakukan demi kemajuan dan manfaat masyarakat Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan jika dalam waktu dekat akan dibentuk paguyuban untuk mempermudah komunikasi dan memikirkan dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

"Nanti kita minta laporan secara berkala pada mereka pelaku usaha tambak, berapa ton setiap panen yang dihasilkan. Hal itu juga buat riports PDRB kita," kata Achmad Fauzi saat dihubungi TribunMadura.com, Senin (26/4/2021).

Sehingga katanya, Pemkab Sumenep bisa mengetahui berapa ton jumlah keseluruhan tambak setiap panen.

"Kenapa demikian, karena kita bisa tahu berapa akomulasi tonase sepanjang tahun dari hasil tambak fanami ini," jelasnya.

Baca juga: Daftar Promo Indomaret 26 April 2021 hingga 30 April 2021, Minyak Goreng Murah hingga Promo Gratis

Baca juga: Kode Redeem FF 26 April 2021, Segera Tukar Sebelum Kehabisan di reward.ff.garena.com/id

Baca juga: Doa Setelah Salat Subuh, Rezeki Bakal Dipermudah Hingga Hidup yang Tentram, Umat Islam Dianjurkan

Achmad Fauzi mengatakan, setiap paska panen katanya, hasil limbah dari tambak itu akan diminta untuk dilakukan uji LAB dengan tujuan mengecek langsung apakah pembuangan limbah dari tambak itu hasilnya baik atau tidak.

"Kita minta limbahnya untuk dibawa di LAB kita di DLH. Kita cek dan bisa lihat bagaimana pembuangan limbahnya baik atau tidak," terangnya.

Selain memanfaatkan air limbah tambak itu katanya, Achmad Fauzi menegaskan bagi petambak di ujung timur Madura segera menyelesaikan soal perizinannya.

"Jadi perizinan yang belum lengkap, segera diselesaikan, dan kalau ada izin yang belum terurus segera saat ini untuk menyelesaikan," pintanya.

Bahkan katanya, bagi petambak yang sudah berizin juga segera merevew luas lahan tambak, misalnya jika sebelumnya pernah mengurus izinnya hanya 5 hektar, dan tiba-tiba bertambah ada 10 hektar harus diurus kembali atau melaporkan itu.

"Yang pasti kita bicara CSR, kita ingin mereka pelaku usaha tambak ada bukti nyata, salah satunya juga bersama-sama melalui paguyuban memikirkan Sumenep," ucapnya.

"Dari CSR itu dibikin vestival bedah rumah. Misalnya ada 100 bedah rumah warga yang dalam setahun dua kali, bisa juga bantuan sosial dan lainnya,"

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved