Breaking News:

Berita Blitar

Perempuan PMI di Kota Blitar Dijemput Satgas Covid-19 di Rumahnya, Baru Pulang dari Singapura

Perempuan yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar dijemput Satgas Covid-19 saat baru pulang dari Singapura.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Perempuan Pekerja Migran Indonesia asal Kelurahan Gedog, Kota Blitar, dijemput Satgas Covid-19 untuk dibawa ke Rumah Isolasi, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Satgas Covid-19 menjemput seorang perempuan di rumahnya Jalan rogati, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (26/4/2021).

Perempuan yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu dijemput Satgas Covid-19 saat baru pulang dari Singapura.

Ia dijemput dari rumahnya untuk dibawa ke Rumah Isolasi milik Pemkot Blitar di Jalan Dr Soetomo, Kota Blitar.

Baca juga: Pemkot Surabaya Minta Tak Ada Takbir Keliling pada Malam Hari Raya Idul Fitri, Cegah Kerumunan Warga

Baca juga: Masyarakat yang Nekat Mudik Lebaran 2021 ke Ponorogo Akan Diskrining GeNose dan Rapid Test Antigen

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2021, Aksi Kriminalitas di Sampang Meningkat, Polres Sampang Aktifkan King Serse

Penjemputan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Blitar yang didampingi oleh tim dari Kecamatan Sananwetan dan Polsek Sananwetan.

Sebelum tim dari Satgas tiba di lokasi, Camat Sananwetan Eko Heru Pramono sudah datang terlebih dulu ke rumah pekerja migran untuk melakukan pendekatan ke keluarga.

Proses penjemputan pekerja migran dari rumah untuk dibawa ke Rumah Isolasi berjalan lancar.

Secara sadar pekerja migran dan keluarga menerima untuk melakukan karantina selama lima hari di Rumah Isolasi.

"Kami dapat informasi dari provinsi ada satu Pekerja Migran Indonesia asal Kota Blitar baru pulang dari Singapura kemarin sore," kata Camat Sananwetan, Eko Heru Pramono.

"Hari ini kami lakukan penjemputan untuk dibawa ke Rumah Isolasi," sambung dia.

Heru mengatakan hasil rapat secara virtual bersama Gubernur, Pangdam, dan Kapolda terkait pengaman larangan mudik menyebutkan, semua Pekerja Migran Indonesia khususnya di Kota Blitar yang baru datang akan dijemput untuk dikarantina selama lima hari di Rumah Isolasi.

Baca juga: Warga Sakit Pasti Dijenguk Kata Warga soal Sosok Komandan KRI Nanggala 402 Letkol Heri Oktavian

Baca juga: Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Malang Jelang Mudik Lebaran 2021, Kendaraan Roda 4 Jadi Atensi

Semua pekerja migran dari manapun yang datang ke Jatim akan menjalani karantina selama dua hari dan tes swab di Surabaya.

Jika hasil tes swab negatif, maka pekerja migran akan dikirim ke daerah asal tujuan dan menjalani karantina lagi selama tiga hari.

Setelah dua hari menjalani karantina di Surabaya dan tiga hari karantina di daerah tujuan, pekerja migran tersebut kembali menjalani tes swab.

"Jika hasil tes swab negatif mereka bisa langsung isolasi mandiri 14 hari di rumah. Tapi kalau hasilnya positif, kami akan mengirim mereka ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19," katanya. (sha)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved