Breaking News:

Berita Gresik

Terbukti Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa di Gresik Dipenjara 5 Tahun, Juga Diminta Mengganti

Mantan Kepala Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Fariantono dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun.

dreamstime
Ilustrasi korupsi - Mantan kepala desa di Gresik dihukum 5 tahun penjara usai terbukti korupsi 

Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Kasus korupsi dana desa yang melibatkan mantan kepala desa berujung penjara.

Mantan Kepala Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Fariantono dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun.

Selain itu, Fariantono juga didenda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan, Senin (26/4/2021). 

Baca juga: Daftar Promo Indomaret 26 April 2021 hingga 30 April 2021, Minyak Goreng Murah hingga Promo Gratis

Baca juga: Kabar Terbaru Nissa Sabyan Setelah Lama Bungkam, Ucapkan Selamat Berbuka, Postingan Banjir Komentar

Baca juga: Doa Setelah Salat Subuh, Rezeki Bakal Dipermudah Hingga Hidup yang Tentram, Umat Islam Dianjurkan

Selain itu, terdakwa juga diminta membayar uang pengganti (UP) sebanyak Rp  871,873 Juta subsider   2 tahun penjara. 

Kepala Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gresik, Dymas Adji Wibowo, mengatakan, dalam persidangan, majelis hakim Tongani memvonis terdakwa Fariantono, bersalah. 

Bahwa terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana  dirubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Atas pelanggarannya, majelis hakim menghukum terdakwa Fariantono dengan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan. Terdakwa juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp  871,873 Juta lebih subsider  2 tahun penjara," kata Dymas. 

Putusan tersebut masih berat dari tuntutan jaksa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik,  Faris Almer dan Esti Harjanti Candrarini.

Baca juga: Awak KRI Nanggala-402 asal Tuban yang Tenggelam di Bali Sempat Belikan Mukena untuk Sang Ibunda

Jaksa menuntut terdakwa Feriantono  dihukum penjara selama 7 tahun dan  denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan. 

Dalam tuntutan itu, terdakwa juga diminta membayar uang pengganti (UP) sebanyak Rp  871,873 Juta subsider  3 tahun dan 6  bulan penjara. 

"Atas putusan majelis hakim, kita menyatakan pikir-pikir," imbuhnya. 

Diketahui,  terdakwa Fariantono, mantan kades menggunakan anggaran keuangan Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas tahun 2018   untuk kepentingan diri sendiri. (ugy/Sugiyono). 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved