Kapal Selam Nanggala Hilang

Sebelum Bertugas di KRI Nanggala 402, Serda Ttu Lutfi Anang Pamit ke Istri, Minta Doa Supaya Selamat

Serda Ttu Lutfi Anang, Juru Masak 2 Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam. Dwi Ratnasari kini ikhlas ditinggal suami berpatroli selamanya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Suasana rumah duka awak KRI Nanggala-402 sekaligus Juru Masak 2, Serda Ttu Lutfi Anang, di Perumahan Babadan Asri No 17, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (28/4/2021). 

Reporter: Luhur Pambudi| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Suasana duka menyelimuti para keluarga korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali.

Satu dari 53 korban ialah Serda Ttu Lutfi Anang yang merupakan Juru Masak 2 dalam kapal selam berjuluk 'Monster Bawah Laut'.

Istri Serda Ttu Lutfi Anang, Dwi Ratnasari mengungkapkan, dirinya tak mendapati adanya suatu firasat atau perangai aneh dari suaminya itu sebelum berangkat menuju pelayaran terakhirnya.

Sebelum berangkat berlayar pada Senin (19/4/2021) kemarin. Suaminya itu memang menyempatkan berpamitan dengan dirinya, sekaligus meminta doa agar perjalanan dinasnya berjalan lancar dan selamat.

Namun hal itu, merupakan perilaku lazim yang ditunjukkan suaminya setiap hendak menjalankan tugas.

Menurut Dwi Ratnasari, tidak ada sebuah keanehan yang bisa disimpulkan sebagai pertanda atau firasat kepergian suaminya menuju Sang Khalik.

Baca juga: Korban KRI Nanggala 402, Ibunda Akui Kopda Eka Kharisma Dwi Datang Lewat Mimpi: Pulang Basah Kuyup

"Saya juga enggak punya pikiran apa-apa gitu. Kalau bagi kami sudah biasa dipamiti seperti itu, karena pekerjaan mereka berisiko, makanya minta doa," katanya saat ditemui TribunMadura.com, di Perumahan Babadan Asri No 17, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (28/4/2021).

Dwi Ratnasari mengaku, terpukul dengan kenyataan itu.

Hanya saja, Dwi Ratnasari mencoba untuk tabah dan sabar, seraya mencoba untuk legawa dengan kepergian suaminya itu.

Bagi Dwi Ratnasari, ini semua sudah menjadi jalan takdir yang digariskan Tuhan dan hanya dengan mengikhlaskan semua ini, menjadi bekal terpenting untuk tetap menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya.

"Kalau saya, memang sudah takdirnya. Mau gimana lagi, mau ditolak sudah jalannya seperti itu. Yang penting minta terbaik. Daripada kita enggak ikhlas, ya kita sendiri yang jalani beban hidup. Saya sudah ikhlaskan. InsyaAllah pasti ada jalan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, empat hari pascadikabarkan hilang dan dalam target operasi pencarian, Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali, pada Sabtu (24/4/2021), statusnya telah dinaikkan yang sebelumnya disebut submiss (hilang kontak), kini menjadi subsunk (tenggelam).

Penetapan status kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi tenggelam dilakukan setelah TNI menemukan sejumlah bukti autentik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved