Breaking News:

Berita Kediri

Suami Tak Pulang Setelah Panen Jagung, Istri Curiga hingga Susul ke Sawah, Menjerit Tahu Faktanya

Tidak kunjung kembalinya petani bernama Kamari (65) ke rumah sempat membuat istrinya curiga hingga memutuskan untuk mencarinya ke sawah.

Polsek Pagu
Jenazah Kamari (65) ditemukan di sawah Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Seorang petani bernama Kamari (65) warga Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, ditemukan tewas di area persawahan.

Kamari ditemukan tewas di area sawah setempat pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolsek Pagu, Iptu Bambang Suprijanto menjelaskan, korban pertama kali ditemukan tewas oleh istrinya.

"Jadi saat itu korban pamit dari rumah untuk memanen jagung di sawah," kata dia, Rabu (28/4/2021).

"Waktu itu, korban mengangkut hasil panennya menggunakan gerobak yang ditarik dengan sepeda motor," jelasnya.

Baca juga: Hendak Panen Padi di Sawah, Petani asal Blitar Tak Sengaja Temukan Tetangga Tergeletak Tak Bernyawa

Ia menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB, korban sempat menemui istrinya lagi untuk menurunkan jagung hasil panennya.

"Setelah menurunkan jagung di rumahnya, korban kemudian kembali ke sawah," imbuh Kapolsek Pagu.

Namun hingga sore hari, korban tak kembali ke rumah.

Istri korban mulai curiga dan memutuskan untuk mencari korban di sawah.

"Saat datang ke sawah korban terkejut melihat suaminya tergeletak di sawah," tutur Iptu Bambang Suprijanto.

Istri korban kemudian berteriak meminta bantuan tetangganya, karena melihat suaminya tergeletak.

"Akhirnya warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Pagu. Setelah mendapat laporan saya perintahkan anggota yang piket untuk datang ke lokasi," imbuh Kapolsek Pagu.

Baca juga: Ratusan Petani di Mojokerto Mendadak Kaya, Banjir Berkah saat Harga Cabai Rawit Melambung Tinggi

Setelah petugas datang, pihak Polsek, dan Puskesmas Pagu melakukan proses identifikasi kepada korban.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan  tanda- tanda kekerasan dan menyampaikan jika meninggalnya korban murni secara wajar," jelas Iptu Bambang Suprijanto.

“Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menerima dengan ikhlas, membuat surat pernyataan, dan menolak untuk  dilakukan proses autopsi,” pungkas dia.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved