Breaking News:

Berita Pamekasan

PMII UIM Lantik Pengurus Lajnah Bahtsul Masail Pertama di Indonesia, Diharapkan Jadi Inspirasi

PMII Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura menggelar pelantikan pengurus Lajnah Bahtsul Masail (LBM) masa bhakti 2020-2021

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura menggelar pelantikan pengurus Lajnah Bahtsul Masail (LBM) masa bhakti 2020-2021 di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (30/4/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura menggelar pelantikan pengurus Lajnah Bahtsul Masail (LBM) masa bhakti 2020-2021 di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (30/4/2021).

Usai pelantikan tersebut, mereka sekaligus menggelar As'ilah Bahtsul Masail Kubro ke-1.

Ketua Komisariat PMII UIM, Ali Wafa mengatakan, usai dilakukan pelantikan, seluruh kader PMII se-Pamekasan langsung berdiskusi mengenai kebijakan Pemkab Pamekasan  perihal semua Masjid dan Musala dilarang mendahului adzan Magrib sebelum Masjid Agung Asy-Syuhada.

"Kami berdiskusi dengan semua kader PMII se-Pamekasan melalui sudut pandang fiqih. Apakah kebijakan Pemkab Pamekasan dalam menerapkan adzan serentak sudah tepat menurut fiqih atau tidak," kata Ali Wafa kepada TribunMadura.com.

Selain itu, dalam acara tersebut, kader PMII se-Pamekasan juga berdiskusi tentang adanya kasus penyetopan mobil jenazah Covid-19 yang terjadi di wilayah Pantura Pamekasan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ramadan 2021, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Ajak Warganya Bersyukur: Nikmat Kita akan Ditambah

Menurut pria yang akrab disapa Wafa itu, kegiatan seperti ini, baru pertama kali di Indonesia dan belum pernah digagas oleh PMII mana pun termasuk PB PMII.

"Kami mendiskusikan dari pandangan fiqih, boleh tidak masyarakat menyetop mobil jenazah yang mengantar pasien meninggal karena Covid-19," jelas Wafa.

Dalam diskusi kali ini, PMII Komisariat UIM mendatangkan Ketua MUI Pamekasan, KH Ali Rahbini dan Pakar Bahtsul Masail PCNU Pamekasan, Ustaz Fathor Rosyid.

Kedua tokoh ini sebagai musahih (pengesah).

Kemudian, mereka juga mendatangkan lima ustaz Alumni PMII UIM sebagai muharrir (perumus).

Wafa berharap, kegiatan yang pihaknya gagas ini dapat dilestarikan dan menginspirasi organisasi PMII lainnya di Indonesia.

"Bagi saya, dalam menyampaikan aspirasi, gagasan, kritik dan saran terhadap pemerintah, tidak harus dengan cara urak-urakan di tengah jalan. Bisa juga dengan melahirkan rekomendasi ilmiah seperti melalui forum Bahtsul Masail ini," sarannya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved