Breaking News:

Berita Malang

Baru Pulang dari Singapura, Dua Pekerja Migran Asal Kota Malang Langsung Dikarantina Mandiri

Ada dua warga Kota Malang yang baru pulang dari Singapura. Mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (Indonesia).

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Ilustrasi - Ada dua warga Kota Malang yang baru pulang dari Singapura. Mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (Indonesia). 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Ada dua warga Kota Malang yang baru pulang dari Singapura. Mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (Indonesia).

Keduanya telah menjalani swab test seusai anjuran dari pemerintah dan hasilnya negatif Covid-19.
Satu orang kini telah selesai menjalani karantina mandiri dan sudah berkumpul di rumahnya di daerah Tunggul Wulung Kota Malang.
Sedangkan satu orang lagi warga Kemantren, kini sedang menjalani proses karantina di safe house Jalan Kawi Kota Malang karena baru saja datang ke Kota Malang.

 

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Unit Baru Layanan Hemodialisa RS Saiful Anwar di Malang

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, bahwa PMI yang telah dipulangkan ke rumahnya tersebut harus tetap menjalani protokol kesehatan ketat.
"Sejauh ini baru ada dua PMI yang baru pulang ke Kota Malang. Yang warga Tunggul Wulung sudah berkumpul dengan keluarganya. Meksi begitu masih tetap kita pantau dan harus menerapkan prokes ketat," ucapnya kepada TribunMadura.com, Sabtu (1/5).
Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Malang, pekerja migran yang baru pulang ke Kota Malang dan hasilnya negatif Covid-19 tidak dianjurkan pulang dulu ke rumahnya.
Mereka diharuskan menjalani karantina mandiri di safe house jalan kawi selama tiga hari.
Setelah menjalani karantina tersebut, pekerja migran juga diharuskan menjalani swab tes PCR di hari terakhir karantina.
Apabila hasilnya negatif Covid-19, maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.
"Baik dari bandara Juanda dan Abdulrachman Saleh mereka akan diswab. Kalau hasilnya negatif harus karantina setelah tiga hari. Baru selanjutnya harus menjalani swab pcr untuk memastikan kembali kondisinya sebelum pulang ke rumah," ucapnya.
Adanya surat edaran tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Malang dalam mencegah penyebaran covid-19 dari luar negeri.
Pasalnya, saat ini gelombang kasus Covid-19 sedang meningkat di negara India. Hal ini pun menjadi atensi Pemkot Malang agar lebih waspada terhadap kedatangan warga Kota Malang dari luar negeri.
Wali Kota Malang, Sutiaji pun mengatakan, bahwa saat saat ini virus Corona yang berkembang di Indonesia datangnya bukan dari Wuhan, melainkan mutasi dari salah satu negara Eropa.
Oleh karenanya, sedini mungkin dirinya membuat kebijakan agar pennyebaran Covid-19 di Kota Malang bisa dikendalikan. 
"Ini terus menerus kita upayakan. Termasuk kedatangan pekerja migran asal Kota Malang yang kini sedang menjadi karantina," ucapnya.
Sutiaji pun mengimbau, PPKM Mikro di tingkat RT RW agar lebih dikuatkan. Hal ini untuk memantau kedatangan warga Kota Malang yang dari luar daerah.
Salah satunya ialah membentuk tempat isolasi mandiri di tiap RW untuk memantau kondisi warga yang baru pulang ke Kota Malang.
"Awalnya itu kami arahkan isolasi mandiri di satu kelurahan itu satu. Tapi saya kira kasihanya kalau ada rumahnya yang jauh dari lokasi isolasi mandiri. Karena PMI yang pulang pasti ingin bertemu dengan keluarganya. Jadi kami imbau nanti di tiap RW ada satu tempat untuk isolasi mandiri," tandasnya.

 

Baca juga: Penguatan PPKM Mikro RT/RW di Malang Jadi Garda Terakhir Pemantauan Mobilitas Warga saat Lebaran

Simak artikel lain terkait Covid-19, Kota Malang, Wali Kota Malang

FOLLOW US:

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved