Penumpang KA di Stasiun Gubeng Surabaya

Pulang Kampung, Bukan 'Mudik', 13.000 Masyarakat Jawa Timur Bepergian ke Luar Kota Naik Kereta Api

Pada keberangkatan 3 Mei, PT KAI Daop 8 Surabaya melayani 13.000 masyarakat Jawa Timur atau pelanggan KA Lokal dan KA Jarak Jauh.

TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Warga saat menaiki KA Bima di Stasiun Gubeng. Menjelang H-4 resminya larangan mudik tercatat ada sebanyak 13.000 orang yang melakukan luar kota dengan naik KA dari keberangkatan diseluruh Stasiun yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah telah menetapkan larangan untuk melakukan mudik Lebaran 2021.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan addendum yang mengatur mengenai penambahan aturan perjalanan sebelum dan sesudah Lebaran.

Hal ini untuk mencegah penularan virus corona yang menyebar akibat mobilitas masyarakat yang meningkat saat Lebaran.

Di sisi lain, masyarakat Jawa Timur yang keluar kota naik Kereta Api (KA) dari keberangkatan Stasiun-Stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya tercatat hari Minggu ini (2/5/21) menembus angka 13 ribu penumpang.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, untuk per hari Minggu ini total ada 13.000 penumpang yang melakukan keberangkatan dari seluruh stasiun yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

Kendati demikian, angka jumlah penumpang itu menurut Luqman kondisinya normal.

Baca juga: BREAKING NEWS - 4 Hari Jelang Larangan Mudik Lebaran, 2.300 Penumpang Naik KA dari Stasiun Gubeng

"Pekan-pekan sebelumnya, secara total, meliputi KA Lokal dan Jarak Jauh jumlah penumpangnya juga segitu, sekitar 13 ribuan. Jadi bukan karena orang melakukan luar kota karena mumpung belum memasuki tanggal resminya larangan mudik," jelasnya kepada Tribun dan Harian Surya, Minggu (2/5/21).

Ditanyai soal total keberangkatan seluruh penumpang KA di Stasiun Gubeng saja per data hari ini, ia mengatakan ada sebanyak 2.300 penumpang.

Sementara itu, satu di antara ribuan orang yang akan melakukan perjalanan keluar kota naik KA Bima dari keberangkatan Stasiun Gubeng, Chirma Mahdania (19) mengatakan dirinya tidak mudik melainkan pulang kampung.

"Saya mau ke pulang ke Madiun, bukan mudik mas, saya di sini tinggal sama nenek kakek di Sukodono, kalo orang tua di Madiun," kata Chirma.

Chirma tak sendirian, ia pulang kampung ke Madiun juga bersama kakak perempuannya yang bernama Syarifa (23).

Syarifa sudah bertahun-tahun tinggal bersama nenek kakeknya di Sukodono.

"Saya kerja disini uda bertahun-tahun, ini mumpung tempat kerja saya memberlakukan WFH jadi saya pulang kampung ke Madiun," kata Syarifa.

"Jadi bukan mudik loh mas, pulkam. Lagi pula saya juga uda dapet ijin surat keterangan dari tempat kerja saya untuk pulkam," tambah Syarifa.

Baca juga: Stasiun Gubeng Surabaya Mulai Dipadati Penumpang Menjelang Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Simak artikel lain terkait Stasiun Gubeng Surabaya, Lebaran 2021, Ramadan 2021

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved