Breaking News:

Berita Mojokerto

Polisi Perketat Penjagaan Sejumlah Jalur Alternatif atau Jalan Tikus di Wilayah Kabupaten Mojokerto

Satlantas Polres Mojokerto bakal menambah titik penyekatan di sejumlah jalur alternatif atau jalan tikus terkait larangan mudik selama Idul Fitri.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Suasana Jalan Rolak Songo akses pintu masuk perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (04/05/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Pemerintah RI secara resmi telah melarang aktivitas mudik lebaran tahun ini guna menekan penyebaran virus corona alias Covid-19, yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Berbagai pihak kini tengah melakukan persiapan, satu diantaranya prihal penyekatan di sejumlah wilayah. Supaya, petugas bisa menghalau warga yang masih nekat melakukan mudik secara mudah dan optimal.

Adapun aturan larangan mudik, tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Polisi Satlantas Polres Mojokerto bakal menambah titik penyekatan di sejumlah jalur alternatif atau jalan tikus terkait larangan mudik selama Idul Fitri 2021.

Penjagaan ketat akan dilakukan di salah satu jalan tikus yakni jembatan Rolak Songo yang merupakan akses perbatasan antaran wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander mengatakan berdasarkan kajian di lapangan pihaknya akan menambah dua titik penyekatan jalan yang berpotensi banyak dilewati kendaraan untuk mengantisipasi larangan mudik lebaran. 

Sehingga titik penyekatan kini berjumlah lima lokasi yaitu jalan Nasional Trowulan perbatasan Kabupaten Jombang, Kecamatan Trawas berbatasan Kabupaten Pasuruan dan di Kecamatan Ngoro.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Berlaku Pekan Ini, Berikut Titik Penyekatan Menuju Kabupaten Trenggalek

Penambahan penyekatan terbaru yakni berada di jalan Rolag Songo yang menghubungkan Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dengan wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kemudian, penyekatan juga akan diterapkan di jalur alternatif Cangar-Pacet.

"Wilayah Mojokerto berbatasan dengan Sidoarjo maka kita akan tempatkan satu penyekatan di Rolak Songo pastikan ada pos pantau guna mengantisipasi mayarakat luar kota terkait larangan mudik," ungkapnya, Selasa (04/05/2021). 

Dony menyebut penyekatan di jalur alternatif Cangar-Pacet bertujuan untuk mengantisipasi kendaraan dari luar kota yang melalui Kabupaten Malang dan Kota Batu. Penyekatan akses masuk menuju wilayah Kabupaten Mojokerto ini efektif dilaksanakan pada 6 Mei 2021 sesuai kebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah terkait larangan mudik dalam pencegahan wabah Covid-19.

"Sehingga ada lima titik penyekatan di Trowulan, Ngoro, Trawas, Mojoanyar di Rolak Songo dan Pacet. Nantinya, penyekatan di Pacet akan tempatkan di darah perbatasan Pacet-Batu," jelasnya.

Menurut dia, bagi masyarakat yang nekat mudik dan masuk ke wilayah Kabupaten Mojokerto maka akan menjalani masa  karantina 5x24 jam atau lima hari. Adapun lokasi karantina memanfaatkan ruangan isolasi yang tersedia di 236 kampung tangguh.

Sedangkan, mekanisme penyekatan nantinya akan menerapkan sistem buka tutup di pos pantau. Pengendara kendaraan akan diperiksa sesuai kartu identitas. Pihaknya jug akan memperketat pemeriksaan terhadap kendaraan khususnya nomor plat luar kota yang dicurigai mengangkut pemudik.

"Nantinya buka tutup karena mengantisipasi mobilitas mayarakat sehingga nanti kita sesuaikan dan penjagaan di pos pantau selama 24 jam," tandasnya.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Lebaran 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya Angkut 37.500 Penumpang dalam Tiga Hari

Simak artikel lain terkait Kabupaten Mojokerto, Larangan Mudik, Lebaran 2021
FOLLOW US:
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved