Virus Corona di Malang

Cegah Kriminalitas hingga Pelanggaran Prokes Masuk Daftar Operasi Ketupat Semeru 2021 di Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru 2021 memiliki frekuensi jenis tindakan kriminal yang berbeda-beda di setiap tahunnya.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Foto bersama Forkopimda Kota Malang saat apel pagi Operasi Ketupat Semeru 2021 di halaman Balaikota Malang, Rabu (5/5/2021). 

Reporter: Rifky Edgar| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sejumlah pelanggaran menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Malang bersama Forkompimda Kota Malang dalam hal ini TNI/Polri dalam mengamankan momen lebaran di tahun 2021 ini melalui Operasi Ketupat Semeru 2021.

Setidaknya ada dua poin jenis pelanggaran yang telah dirangkum dalam Operasi Ketupat Semeru 2021, di antaranya ialah tindakan kriminalitas baik curas, curat dan curanmor, hingga pelanggaran protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji saat memimpin apel pagi Operasi Ketupat Semeru 2021 di halaman Balaikota Malang, Rabu (5/5/2021).

"Ada dua hal yang menjadi komitmen kami saat operasi nanti, selain kriminalitas curas, curat dan lainnya, juga termasuk pelanggaran protokol Covid-19 ini yang harus ditegakkan," ucap Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, setiap Operasi Ketupat Semeru memiliki frekuensi jenis tindakan kriminal yang berbeda-beda di setiap tahunnya.

Oleh karenanya, dia meminta agar operasi ini tidak dipandang sebelah mata. Karena pelanggaran protokol kesehatan ini masuk ke dalam prioritas.

Seperti mencegah kerumunan di tempat perbelanjaan, mal maupun pasar. Mengingat menjelang lebaran ini diprediksi banyak masyarakat yang berbelanja kebutuhan lebaran.

"Maka ini menjadi kewaspadaan kita semua. Kami perintahkan Satpol PP, Disporapar dan Dinas Kesehatan untuk mengecek ke mal-mal. Nanti operasinya rutin keliling untuk memastikan di tempat tersebut telah menerapkan protokol Covid-19," ucapnya.

Selain itu, penekanan lain yang menjadi perhatian ialah penguatan posko PPKM Mikro di tingkat RT RW. Posko tersebut yang nantinya jadi benteng terkahir guna memantau mobilitas masyarakat.

Baik itu memantau warga yang baru saja pulang kampung. Maupun warga yang habis bepergian ke pasar, mal dan tempat-tempat keramaian.

"Jadi ketika orang-orang ini lolos dari penyekatan, benteng terkahirnya ya posko PPKM Mikro. Makannya harus kita kuatkan. Karena di SOP-nya harus ada wajib lapor 1x24 jam," ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 ini pihaknya menerjunkan 500 personel gabungan, baik dari unsur Polri, TNI dan Pemerintah Kota Malang.

Mereka nanti akan disebar di pos penyekatan yang ada di Exit Tol Malang, pos pelayanan di depan Universitas Brawijaya dan Pos Pelayanan di Jalan Ahmad Yani, Kacuk, Stasiun Kota Baru dan lain sebagainya.

"Kita mulai melaksanakan operasi tanggal 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB dan berakhir pada 17 Mei 2021 pukul 00.00 WIB. Selain ada TNI, Polri dan Pemkot Malang, nanti juga ada tambahan dari relawan," ucapnya.

Saat penerapannya nanti, masyarakat yang mudik ke Kota Malang tetap tidak diperbolehkan. Pemudik akan diminta putar balik sesuai kebijakan dari pemerintah pusat.

"Ya kita sudah komitmen bersama seluruh jajaran Forkopimda, yang mudik harus putar balik. Ini sudah merupakan satu kebijakan dan kebijakan ini sudah disosialisasikan dan terakhir adalah kita amankan kebijakan itu," tandasnya.

Simak artikel lain terkait protokol kesehatan, Pemkot Malang, Wali Kota Malang

FOLLOW US:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved