Idul Fitri 2021

Mulai Curi Start Mudik, Banyak Kendaraan yang Disuruh Putar Balik Polres Ponorogo, Tindak Tegas

Banyak kendaraan yang mulai curi start untuk mudik Lebaran 2021 atau Idul Fitri 2021. Hal ini mengundang tindakan tegas dari polisi

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kendaraan diminta putar balik Satlantas Polres Ponorogo di perbatasan Ponorogo-Wonogori, Jawa Tengah Rabu (5/5/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Banyak kendaraan yang mulai curi start untuk mudik Lebaran 2021 atau Idul Fitri 2021.

Hal ini mengundang tindakan tegas dari polisi terkait larangan mudik.

Total 20 kendaraan diminta putar balik Satlantas Polres Ponorogo di perbatasan Ponorogo-Wonogori, Jawa Tengah Rabu (5/5/2021).

Pengendara yang diminta putar balik adalah mereka yang terindikasi mencuri mudik.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Indra Budi Wibowo mengatakan peniadaan mudik ini sesuai peraturan Permenhub nomor 13 tahun 2021 dan addendum kepala satuan tugas percepatan penanganan Covid-19.

Peniadaan mudik tersebut dimulai 22 April hingga 24 Mei 2021 yang dibagi menjadi tiga tahapan.

Baca juga: ASN Pemkab Ponorogo dan Keluarganya Dilarang Mudik, Boleh Perjalanan Antarkota Dalam Satu Rayon

Yaitu masa pengetatan pra peniadaan mudik, masa peniadaan mudik, dan masa pengetatan pasca peniadaan mudik.

"Pada tanggal 6-17 mei bertepatan dengan ops ketupat semeru 2021 adalah masa peniadaan mudik. Jadi kendaraan non AE tidak boleh ada yang masuk maupun keluar dari Ponorogo kecuali yang bisa menunjukkan dokumen kesehatan," kata Indra Budi.

Namun begitu, ada pengecualian bagi sejumlah kendaraan yang tetap diperbolehkan keluar masuk Ponorogo.

Mulai kendaraan dinas yang mendapatkan tugas luar kota disertai keterangan surat perintah atasan, lalu kendaraan muatan logistik, dan kendaraan pengangkut BBM.

"Masyarakat yang ada kegiatan emergency, seperti ada yang meninggal, istri melahirkan itupun diperbolehkan namun harus menunjukan surat dari kelurahan," lanjutnya.

Hal tersebut juga berlaku bagi kendaraan umum.

Jika ada agensi travel gelap, penumpang akan diminta putar balik dan kendaraan akan ditilang dan diamankan selama dua bulan.

"Kita ada dua pos penyekatan utama yaitu perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di Biting Badegan dan perbatasan antar rayon yakni Ponorogo-Trenggalek," lanjutnya.

Pos tersebut akan dijaga penuh selama 24 jam.

Salah satu pengendara yang diminta putar balik adalah Zakiatul Ahmad.

Pengendara asal Yogyakarta tersebut mau mudik ke kampung halamannya di Tulungagung

"Di pondok gak ada orang hanya ada 2 orang. Awalnya tidak mau mudik tapi akhirnya mudik dari pada tidak ada temannya," ujar Zakiatul.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved